Senin, 28 September 2009

Paket Lebaran

Suasana Idul Fitri masih terasa kan sampai sekarang ? Sekarang pun aku masih punya cerita yang tersisa dari Idul Fitri 1430 H, yaitu cerita tentang paket lebaran. Ini bukan cerita tentang Paket Lebaran yang aku terima dari para kolega (karena sampai sekarang aku belum pernah sekalipun menerimanya hehehe), melainkan paket lebaran yang aku persiapkan pada lebaran kali ini.


Seperti biasa, setiap lebaran aku sangat bergairah dalam menyiapkan paket lebaran. Paket yang aku persiapkan berbeda-beda tergantung untuk siapa paket itu aku tujukan. Saat-saat memilih jenis barang yang hendak dibeli dan membungkusnya adalah kegiatan yang bagiku sangat mengasyikkan. Shasa sama bersemangatnya sepertiku saat mempersiapkan paket itu.
Paket khusus tentu saja kupersiapkan untuk orangtuaku dan mertuaku. Kemudian untuk Shasa dan 4 orang keponakananku yang masih kecil-kecil, biasa aku siapkan baju lebaran. Biasanya, aku dan saudara-saudaraku memang menyiapkan baju lebaran untuk kelima anak-anak itu. Jadi kalau lebaran begini, yang "panen" baju lebaran adalah anak-anak, karena selain dapat baju lebaran dari orang tua masing-masing, mereka dapat baju juga dari om/tantenya hehehe... Sementara orang tuanya hanya kebagian menyiapkan saja... Hikss....

Selama lebaran dengan keluarga suami, mertuaku sudah terbiasa memberikan paket untuk saudara-saudaranya yang ada di kampung. Aku tidak memberikan paket tersendiri untuk mereka, namun aku hanya menambah item paket yang telah disediakan oleh mertuaku itu. Sementara paket untuk saudara-saudara dari orangtuaku berbeda lagi. Selain itu, aku juga masih menyiapkan beberapa paket untuk beberapa orang di luar keluarga.

Acara yang tak kalah menggairahkan adalah saat bagi-bagi paket lebaran. Seru dan menyenangkan saat melihat orang yang menerima paket itu tersenyum bahagia. Sebenarnya paket yang aku siapkan bukanlah paket yang eksklusif dan mahal karena aku menyiapkannya tentu saja sebatas kemampuanku. Bagiku tak perlu dilihat dari harganya, karena perhatian itu lebih bermakna. Menurutku paket itu hanya sekedar sarana pengungkapan rasa sayang dan kepedulian kepada kerabat dan sesama.

Masih bicara tentang paket lebaran, selain memberi paket lebaran ternyata kali ini aku juga menerima paket lebaran. Hanya saja paket lebaran itu bukan aku terima dari para kolega, melainkan dari sesama blogger. Sebenarnya paket ini aku terima beberapa saat yang lalu sebelum Hari Raya Idul Fitri, namun baru sekarang aku sempat mengambilnya dari rumah masing-masing sahabat blogger.

Paket lebaran yang berisi 3 buah award aku terima dari Avior Clef. Sebenarnya 2 buah award sudah pernah aku terima sebelumnya, tapi award itu diberikan kembali olehnya kepadaku. Alasannya, kalau dulu yang menerima award itu Reni (The Others...), sekarang yang menerima award itu Reni (Catatan Kecilku). Oke deh... award-nya kembali aku terima dengan senang hati, tapi sebagaimana aku niatkan bahwa semua award yang aku terima akan aku posting di The Others... maka award untuk Catatan Kecilku aku pajang juga disini. Kedua award itu adalah seperti ini...



Untuk award yang berupa kartu lebaran itu ada peraturannya sebagai berikut :
  1. Cara penggunanannya cukup simpel yang perlu teman-teman lakukan setelah menerima Award ini adalah akan lebih baik lagi jika tidak ada hapus menghapus biarkan nama-nama tersebut di atas atau yang telah tertulis sebelumnya tetap ada.
  2. Apabila sudah mencapai 20 nama maka ke 20 nama tersebut tidak usah di masukan link URL nya biarkan namanya saja tidak perlu di hapus (bagi penerima ke 21.
  3. Dan pada nama ke 21 sampai ke 40 masukan Link URL nya. dan begitu juga seterusnya. cukup 20 Nama Blogger saja yang ada Link URL nya (Bagi penerima ke 41).
  4. Setiap penerima harus memasukan nama dan link urlnya.
Yang saling bermaafan :
dan seterusnya ...

Selain itu, Avior Clef masih memberikan lagi sebuah award khusus hasil karyanya yang lagi-lagi berwarna coklat (aku suka banget...!!) yang cantik sekali. Terima kasih banyak ya... Awardnya adalah seperti di bawah ini...



Dari hantaran lebaran yang dikirimkan mbak Ani Rostiani, aku menemukan 9 buah award di dalamnya. Namun kali ini aku hanya akan mengambil sebuah award yang belum aku miliki. Terima kasih banyak mbak Ani untuk awardnya... Aku dengan senang hati menerimanya. Ohya award yang kupilih dari paket yang dikirimkan mbak Ani adalah seperti berikut ini :


Paket yang terakhir aku terima dari Mbak Fanda. Atas keberhasilan blognya (Baca Buku Fanda) yang telah terpilih sebagai pemenang ke 7 kontes Nothing Impossible, maka mbak Fanda berbagi kebahagiaan kepada sahabat-sahabat blogger yang mendukungnya. Wujud terima kasih mbak Fanda adalah sebuah award yang cantik sekali berbentuk bunga mawar merah muda. Terima kasih mbak Fanda...., awardnya aku terima nih dengan senang hati.


Nah, giliran membagikan kembali award ini yang membuatku bingung. Kepada siapa ya award ini akan aku bagikan ? Karena aku sedang baik hati..., maka paket lebaran ini aku berikan kepada semua yang telah follow blog The Others dan Catatan Kecilku juga kepada siapa saja yang telah memberikan komentarnya disini.


Kamis, 17 September 2009

Lebaran dulu dan sekarang

Yang kuingat, dulu menjelang lebaran aktivitas yang paling senang aku lakukan adalah... memilih kartu lebaran...!! Aku suka menghabiskan waktu di toko buku untuk memilih aneka jenis kartu lebaran yang akan aku kirimkan untuk para sahabat penaku. Sementara kedua orangtuaku memilih untuk mencetak kartu lebaran sendiri, untuk dikirimkan kepada para kolega, teman dan sanak saudara.


Aneka macam kartu lebaran tersedia. Dari yang keluaran pabrik sampai hasil karya pribadi. Dari yang serius sampai yang lucu dan konyol pun ada. Jika ingin yang 'special' tinggal membeli kartu lebaran hasil lukisan tangan yang akan langsung dibubuhi kata-kata sesuai kemauan pembelinya. Tinggal pilih yang mana, sesuai kebutuhan dan selera.

Selama bulan Ramadhan, acara menunggu kedatangan Kartu Lebaran menjadi hiburan tersendiri. Jika terdengar suara kendaraan Pak Pos, aku akan menebak-nebak, siapa yang mendapat kiriman Kartu Lebaran hari itu. Jika ternyata, namaku ada di salah satu atau beberapa sampul surat... alangkah bahagianya.

Telegram Indah pun pernah menjadi pilihan. Namun karena jenis gambarnya tidak terlalu bervariasi, maka aku paling malas menggunakannya. Apalagi demi menghemat anggaran maka kata yang aku sampaikan pun sengaja dibatasi. Sementara jika aku menggunakan Kartu Lebaran, maka aku bisa memilih gambar sesukaku dan menuliskan kata sesuaku.

Namun semenjak beberapa tahun belakangan ini Kartu Lebaran sudah aku tinggalkan sama sekali. Aku lebih memilih menggunakan SMS dan telepon untuk mengucapkan Selamat Idul Fitri dan bermaaf-maafan. Lebih mudah dan praktis.... terutama lebih hemat waktu. Apalagi aku hanya perlu mengetikkan satu ucapan Idul Fitri dan bisa aku kirimkan kepada sebanyak mungkin orang yang aku mau. Benar-benar mudah....

Kebetulan, pada Lebaran kali ini aku mendapatkan sebuah Award istimewa dan keren dari Riski yaitu Award Idul Fitri 2009 hasil karyanya sendiri. Makasih ya Riski untuk award yang indah itu... Undangan untuk mengambil award itu telah dikirimkan lewat shoutmix dalam "Catatan Kecilku" sebagai berikut :

RISKI met pagi mba..ada Award nih buat mba kalo berkenan silahkan ambil ya :) makasih 2009-09-16 9:00 AM


Dan award ini disertai juga dengan cara peraturan sebagai berikut :
  1. Cara penggunanannya cukup simpel yang perlu teman-teman lakukan setelah menerima Award ini adalah akan lebih baik lagi jika tidak ada hapus menghapus biarkan nama-nama tersebut di atas atau yang telah tertulis sebelumnya tetap ada.
  2. Apabila sudah mencapai 20 nama maka ke 20 nama tersebut tidak usah di masukan link URL nya biarkan namanya saja tidak perlu di hapus (bagi penerima ke 21.
  3. Dan pada nama ke 21 sampai ke 40 masukan Link URL nya. dan begitu juga seterusnya. cukup 20 Nama Blogger saja yang ada Link URL nya (Bagi penerima ke 41).
  4. Setiap penerima harus memasukan nama dan link urlnya.
Yang saling bermaafan :
1. Riski
2. Reni Judhanto
3. masukan nama dan Link
4. masukan nama dan Link
5. masukan nama dan Link
dan seterusnya ...

Award hasil karya Riski itu juga aku dapatkan dari Mbak Ismi (Kupu miss oemang). Sebagaimana biasa, dia telah meninggalkan pesannya dalam shoutmix di "The Others...." seperti ini :
kupu.miss.oemang Sahabat Ada Award Lebaran buat sahabat silahkan di ambil,jangan lupa meninggalkan comment:thumbsup:2009-09-17 4:42 PM

Selain itu, aku dapat parcel award dari Rivaladitya. Undangan untuk mengambil parcel award itu dituliskannya dalam shoutmix di "The Others...." sebagai berikut :

rivaladitya ada award parcel untuk sahabat tolong d ambil y jgn lupa ninggalin coment y
2009-09-17 2:41 PM

Makanya aku dengan senang hati menjemput award-award dari Mbak Ismi dan Rivaladitya itu. Nah, award yang dari Rivaladitya adalah seperti di bawah ini :


Selanjutnya aku ingin membagikan kedua award iiu kepada beberapa sahabat. (Mohon maaf ya, karena banyak aku tak sempat memasang link-nya satu persatu, keburu mau mudik nih hehehe...)
Bang Setiawan
Bang Dinoe
Bang Eri-Communicator
Bang Ronaldo Rozalino
Bung Attayaya
Mas Trimatra

Mas Buwel

Mas Yudie
Mas Ari "Metungkul"
Mas Agoez3
Mas Agus Fauzy
Mas Erik (Pondokku)
Mas Noor
Mas Yans "dalam Jeda"
Mas Ivan Kavalera
Mas Waluyo
Pak Kabasaran
Rizky2009
Zujoe
Jimox
Avior Clef
Jeng Sri
Mbak Elly

Mbak Ani Rostiani
Mbak Linda Novriani
Mbak Ateh 75
Mbak Nura
Mbak Narti
Mbak Penny
Mbak Quinie
Mbak Rosi Atmaja
Mbak Brencia Kerens
Mbak Tisti Rabbani
Mbak Anazkia
Mbak Kuyus is Cute
Mbak Aisha
Mbak Irma
Mbak Suzhu Bites
Mbak Sinta
Mbak Wendy
Mbak Ajeng
Kak Ega Punya Cerita
Henny Y Caprestya
Itik Bali
Inuel
Yunna
Yolizz
Nana^Site
Hani Hizboel

Serta untuk seluruh blogger yang merayakan Idul Fitri.... Maaf tak sempat menuliskan semua nama satu persatu...

Mohon awardnya diterima... dan mohon maaf atas segala salah dan khilafku selama ini. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H....

 

Selasa, 15 September 2009

Berpacu dengan waktu

Tak terasa sebentar lagi kita sudah berhadapan dengan Hari Raya Idul Fitri. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini persiapanku menyambut Hari Raya Idul Fitri kulakukan dengan terburu-buru. Biasanya oleh-oleh dan bingkisan lebaran untuk keluarga dan para keponakan sudah aku siapkan paling lambat di awal datangnya bulan Ramadhan. Namun pada tahun ini belum semuanya selesai aku siapkan, bahkan hingga hari ini masih ada yang belum sempat aku beli.

Setelah aku pikirkan, ternyata penyebabnya adalah sebelum datangnya bulan Ramadhan aku masih sangat disibukkan oleh pekerjaanku, bahkan aku harus bolak-balik melakukan perjalanan dinas ke luar kota. Setelah memasuki bulan Ramadhan, ternyata kesibukan kantorku masih padat juga bahkan aku juga masih harus melakukan perjalanan dinas ke Jakarta dan Surabaya. Dan... ujung-ujungnya aku sakit karena kelelahan. Otomatis, kegiatanku untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk kepentingan Hari Raya Idul Fitri sedikit terlupakan.

Akibatnya, beberapa hari terakhir, setelah kesehatanku mulai membaik, maka sepulang kantor aku dan suami disibukkan dengan kegiatan belanja. Kami harus membeli segala macam kebutuhan lebaran, terutama yang akan kami bawa dan bagikan kepada keluarga dan keponakan. Wuih..., melelahkan juga... apalagi aku juga belum mempersiapkan keperluanku untuk mudik nanti.Kalau sudah begini.., aku merasa harus segera berpacu dengan waktu.

Ternyata masih banyak hal yang harus aku persiapkan untuk menyambut datangnya Idul Fitri nanti. Oleh karena itu, aku putuskan untuk menyelesaikan semua urusan yang bisa aku kerjakan pada hari ini juga. Selanjutnya, aku bisa segera fokus pada persiapanku untuk mudik nanti, menyiapkan kopor dan baju tentu saja. ^_^


Mengingat bahwa selama mudik Idul Fitri nanti aku tak akan bersentuhan dengan internet, maka aku akan membayar hutangku kepada teman-teman hari ini sekaligus. Aku masih berhutang untuk menepati janjiku memajang award yang telah dihadiahkan kepadaku. Jadi.., inilah semua award yang akan aku pajang pada hari ini :

dari Mbak Fanda dan Mas Noor untuk "The Others.."

Rizky2009 Award

Dari Rizky2009 untuk "The Others.."

Dari Rizky2009 untuk "The Others.."

dari Mbak Linda Novriani untuk "The Others.." dan "Catatan Kecilku"


Dari Mas Noor untuk "The Others..."


Award-award di atas (kecuali Hottest Female Blogger Award) akan aku bagi-bagikan (hitung-hitung sebagai hadiah Idul Fitri) kepada beberapa sahabat. Untuk yang namanya tercantum di bawah ini, silahkan ambil award yang belum dimiliki ya ?


Sedangkan Hottest Female Blogger Award secara khusus aku bagikan kepada "bloggerwati" berikut ini :


Nah..., acara bagi-bagi award sudah selesai. Insya Allah aku tak menyisakan hutang lagi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Alhamdulillah....



Batik Indonesia

Pengembangan batik di Indonesia yang diketahui dari berbagai catatan ternyata banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta. Pada mulanya, kesenian batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Namun karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka dalam perkembangannya kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing. Meskipun begitu, sampai sekarang masih ada corak batik tulis tertentu yang sampai kini hanya diperuntukkan bagi kalangan kerajaan Jawa dan tak bisa dibuat oleh orang sembarangan.

Sedangkan meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa bermula setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Pada saat itu semua batik yang dihasilkan adalah batik tulis sampai awal abad ke-XX. Corak dan kualitas batik tulis memang sangat istimewa, mengingat pembuatannya yang masih dilakukan secara manual dengan menggunakan canting dan proses pewarnaannya yang memakan waktu cukup lama. Sementara batik cap / batik printing baru dikenal setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920.

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia. Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

Bagiku sendiri, batik bukanlah hal asing. Selama ini aku masih suka menggunakan sprei batik di rumah, karena aku suka dengan kainnya yang lembut dan dingin. Selain itu, mencucinya juga tidak berat. Untuk urusan baju pun, aku punya beberapa koleksi baju batik. Sebagai PNS, aku sudah terbiasa dengan agenda pemerintah yang menetapkan "Pekan Swadesi" pada setiap pertengahan bulan Mei 2009. Dalam Pekan Swadesi itu, kami dihimbau untuk menggunakan produk dalam negeri (khususnya batik) untuk ke kantor. Terlepas dari Pekan Swadesi, kantorku juga memiliki seragam batik khusus yang harus dikenakan setiap hari Jum'at.

Berita menggembirakan awalnya aku terima dari mas Trimatra bahwa usaha Indonesia untuk memperjuangkan batik di dunia internsional telah membuahkan hasil. Akhirnya UNESCO akan mengesahkan Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage) pada tanggal 2 Oktober 2009 di Prancis. Batik yang diakui sebagai Warisan Budaya Dunia adalah jenis batik tulis dan bukan batik printing. Hal tersebut dikarenakan batik printing sudah banyak diproduksi oleh berbagai negara, namun batik tulis hanya diproduksi di Indonesia.

Berita itu tentu saja sangat menggembirakan dan melegakan, apalagi disaat kebudayaan dan kesenian Indonesia diklaim sebagai milik Malaysia. Berita ini tentu saja serasa angin segar yang merupakan bukti pengakuan dunia internasional terkait Batik Indonesia. Sehingga, sebagai wujud kecintaannya kepada Batik Indonesia, maka mas Trimatra telah membagikan "I Love Batik Award" yang disertai dengan sebuah tag khusus, yaitu : "gunakan pakaian bermotif batik disaat-saat paling bahagia dalam keseharianmu". Kebetulan award yang sama aku dapatkan juga dari Mbak Elly dan Mas Noor. Untuk mas Tri, Mbak Elly dan Mas Noor, terima kasih sudah berbagi award ini denganku ya...?


Maka, aku pun dengan rasa bangga akan membagikan kembali award yang indah tersebut kepada :
Jeng Sri
Shasa Imutz
Mbak Aisha
Mbak Sinta
Mbak Linda Belle
Mbak Ira Rachmawati
Bli Jhoni
DJ Tri
Anak Nelayan
Bang Eri-Communicator

Acara bagi-bagi award sudah. Semoga dengan award tersebut, kita semakin mencintai Batik Indonesia sebagai warisan budaya Indonesia. Dan sebagai wujud kebanggaan kita, maka untuk mendukung pengukuhan Batik tulis Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia mari kita memakai batik pada tanggal 2 Oktober 2009 yang akan datang. Setuju ... ??

Senin, 14 September 2009

Kembali tentang buku


Kembali bicara tentang buku. Sudah lama sekali aku tak berkutat lagi dengan buku, semenjak kegiatanku ngeblog semakin tak terbendung. Kalau dulu sarana refreshingku adalah dengan membaca buku, namun semenjak aku mengenal blog maka sarana refreshingku beralih kepada blog. Aku benar-benar tak mampu membagi waktu lagi antara blog dan buku. Kalaupun aku menyempatkan membaca buku, aku melakukannya dengan mencuri-curi waktu, misalnya dalam perjalanan ke/dari kantor, saat jam istirahat kantor, atau sesaat sebelum tidur.


Ada 2 orang sahabat pernah mengusulkan kepadaku agar blog Catatan Kecilku lebih aku fokuskan kepada penulisan review buku. Namun terus terang usulan itu saat ini sangat sulit aku penuhi mengingat perhatianku kepada buku sudah tersita oleh blog. *sigh* Perhatianku kepada buku kembali diingatkan oleh mbak Sinta yang telah memberiku tugas untuk menjawab beberapa pertanyaan dengan menggunakan judul-judul buku.

Nah.., inilah hasilku mengerjakan PR dari mbak Sinta, setelah cukup lama tersimpan di dalam lemari hehehe.

1. Describe yourself : Belajar Berpikir / Ainon binti Mohd & Abdullah bin Hassan (karena itulah aku memutuskan untuk membuat blog ini)

2. How do you feel : Aku Bisa ! / Abdullah Gymnastiar (aku bangga karena aku bisa melakukan apa yang ingin aku lakukan)

3. Describe where you currently live : Damai dalam Badai / Dinullah Rayes (kotaku selama ini selalu saja memberikan kedamaian meskipun berita-berita di luar yang kudengar sangat memprihatinkan)

4. If you could go anywhere, where would you go : Mekkah / Zuhairi Misrawi (Buku ini secara lengkap mengisahkan juga tentang kota suci Mekkah Pra-Islam, Mekkah Masa Islam, dan Mekkah Modern)

5. Your favorite form of transportation : The Mystery of The Blue Train /Agatha Christie (kalau jarak jauh sih aku masih milih naik Kereta Api)

6. Your best friend is : Soulmate / Deepak Chopra (teman terbaikku adalah belahan jiwaku)

7. You and your friends are : Together Forever / Jeannie St John Taylor (Pengennya tetap bersama-sama selamanya)

8. What's the weather like : Kembang Ilalang di Musim Hujan / Soemarso Slamet Rahardjo (suka saja dengan suasanya yang tidak panas)

9. You fear : The Brutal Heart / Gail Bowen (kebrutalan selalu menakutkanku karena selalu disertai dengan tertutupnya logika dan akal sehat)

10. What is the best advice you have to give : Enjoy Your Life! - Seni Menikmati Hidup / Dr. Muhammad al - Areifi (supaya aku dan siapa saja bisa menikmati hidup ini)

11. Thought for the day : Cinta Tak Melantunkan Sesal / Mira W. (segala sesuatu yang kita kerjakan apabila berlandaskan rasa cinta tak akan kita sesali)

12. How would I like to die : Tiket ke Surga (doa-doa mujstajab) / Abdul Majid dan Isfa'udin (siapa yang tak ingin ke surga ? Aku rasa tak ada...)

13. My soul's present condition : Mengapa Saya Menjadi Sangat Sibuk dan Lelah...?! / V. Burton (deraan kesibukan sehari-hari semakin membuatku lelah dan akhirnya... jatuh sakit).

Duh... leganya setelah PR itu dapat aku selesaikan. Ohya masih ada satu lagi. Mbak Fanda telah membagikan hadiah sebuah award kepada siapa saja yang telah selesai mengerjakan PR dari mbak Sinta itu. Makanya, aku dengan suka hati mengambil hadiah dari mbak Fanda itu. Terima kasih ya mbak....

Untuk kali ini, aku tidak meneruskan PR ini secara khusus kepada seseorang. Namun, bagi siapa saja yang tertarik untuk mengerjakan PR itu dipersilahkan. Dan.., setelah selesai mengerjakan PRnya, jangan lupa mengambil awardnya ya...?

Oke... that's all... Semoga rasa cintaku kepada buku tak akan pernah pudar... ^_^



Sabtu, 12 September 2009

Penyemangatku...

Satu hal yang aku dapatkan sewaktu aku kembali dari istirahat ngeblog beberapa hari yang lalu adalah.. aku mendapatkan banyak bingkisan award. Walaupun sebenarnya saat aku menengok rumah mayaku pada Rabu kemarin kondisi fisikku belum pulih benar, tetapi ternyata bingkisan award dari para sahabat mampu membuat semangatku tumbuh lagi.


Maka, tanpa membuang waktu, sejak hari Rabu yang lalu, satu persatu hutangku untuk memposting award dari para sahabat aku lunasi. Senang banget rasanya bisa kembali ngeblog dan membayar hutang pada para sahabat. Seneng juga mendapatkan award dari para sahabat...!!

Setelah kembali ngeblog aku kok jadi merasa lebih sehat ya..? Award dan perhatian dari para sahabat yang tetap setia mengunjungi rumahku yang beberapa hari kosong, memberikan suntikan semangat bagiku. Aku jadi bersemangat untuk segera memajang award itu, sebagai wujud terima kasihku kepada para sahabat. Selain itu, aku juga menyempatkan diri untuk mengunjungi kembali beberapa sahabat.

Award yang kali ini aku dapatkan dari Mbak Ani Rostiani dan Avior Clef. Kebetulan, award dari Mbak Ani dan Avior Clef sama, maka aku posting bersamaan. Sebagaimana dikatakan mbak Ani bahwa pemberian adalah bentuk kasih sayang dan kepedulian seseorang. Dan wujud kepedulian mbak Ani kepadaku adalah dengan memberikan kepadaku 2 buah award yang cantik. Terima kasih mbak, award dan perhatian dari mbak Ani membuatku kembali bersemangat nih...!!

Selanjutnya, Avior Clef menganugerahi award untukku karena dia telah mengkategorikan aku sebagai salah satu orang yang menginspirasi dan orang yang unik. Terima kasih ya untuk kedua buah awardnya yang telah mampu menjadi penyemangatku. Dan, terima kasih karena telah mengkategorikan aku sebagai orang yang mampu menginspirasimu.


Kedua buah award itu akan aku bagikan kembali kepada beberapa orang sahabat, antara lain :
Sudah ya..., semoga awardnya bisa menjadi penyemangat bagi sahabat semua. Terima kasih dan salam persahabatan....

Jumat, 11 September 2009

Impian yang terpendam

Aku suka sekali dengan bukunya Andrea Hirata yang berjudul Sang Pemimpi. Karena dalam buku tersebut menggambarkan perjuangan anak-anak dari suatu daerah miskin untuk mewujudkan cita-citanya. Keberanian mereka bermimpi diimbangi oleh keberanian mereka dalam mewujudkan mimpi mereka. Benar-benar inspiratif...!!


Sementara aku..., selama ini hanya berani bermimpi tapi tak pernah punya keberanian dalam mewujudkannya. Aku sejak SMA dulu sebenarnya bermimpi suatu saat nanti bisa ke luar negeri, entah itu untuk sekolah atau sekedar berjalan-jalan. Namun..., tak banyak yang bisa aku lakukan kecuali hanya mengikuti seleksi AFS (Pertukaran Pelajar) dan itupun tak lolos seleksi... hehehe. Sehingga, sampai kini impian itu masih tetap menjadi impian.

Makanya, kalau aku tahu ada teman-temanku yang bisa sekolah ke luar negeri ataupun jalan-jalan ke luar negeri aku teringat kembali akan impianku dulu. Untuk belajar keluar negeri dengan biaya sendiri, aku jelas tidak mampu. Untuk bisa jalan-jalan ke luar negeri, itu pun rasanya masih sulit aku wujudkan..., mengingat gajiku sebagai PNS tidaklah besar.

Teman-temanku ternyata banyak juga yang menetap dan bekerja di luar negeri. Bahkan sahabatku sejak kecil, sudah hampir 8 tahun menetap di Qatar, mengikuti suaminya yang bekerja disana. Sementara.... beberapa sahabatku di dunia maya, yang berasal dari Indonesia ternyata banyak juga yang menetap di luar negeri. Hmmm..., bagaimana ya rasanya bisa menetap di luar negeri ?

Salah satu sahabat maya yang rajin berbagi cerita tentang serba serbi kehidupan di luar negeri adalah mbak Nura. Setiap aku berkunjung ke blognya mbak Nura, ada saja cerita tentang kehidupannya di Aljubail Saudi Arabia. Blogger yang satu ini termasuk yang rajin mengunjungi sahabat-sahabatnya di dunia maya. Jadi maklum saja kalau nama Mbak Nura dikenal di jagad blogsphere.... dan konsekuensinya adalah... sering kebanjiran award...!!

Bicara tentang award, beberapa hari yang lalu Mbak Nura mengirimkan undangannya untukku mengambil award dalam komentarnya di postinganku.
Ada AWARD sederhana untuk mba RENI,, mohon diterima ya,, di blog NURANURANIKU. trims
Dan ternyata award yang dibagikannya ada 4 buah yang keren. Banyak sekali..!! Semua award itu dibuat sendiri oleh mbak Nura sebagai tanda terima kasihnya kepada seluruh sahabat blogger yang telah mendukungnya selama ini. Mbak Nura..., dengan senang hati awardnya aku terima dan maaf kalau baru sekarang bisa aku pajang.


Selanjutnya, aku ingin membagikan keempat award ini kepada beberapa orang sahabat. Berhubung aku bingung siapa yang belum kebagian award ini dari mbak Nura, karena saking banyaknya sahabat yang mendapatkannya dari mbak Nura, maka award ini aku persembahkan kepada siapa saja yang telah mampir kesini dan memberikan komentarnya di blogku ini. OK..? Jangan sungkan-sungkan untuk bungkus awardnya ya...?

Salam persahabatan.....


Kamis, 10 September 2009

Janji

Rasanya kita semua pernah membuat janji. Entah itu janji kepada Allah, janji kepada orang lain ataupun janji kepada diri sendiri. Apapun bentuknya, kepada siapa janji diucapkan.... janji tetaplah janji. Dan janji hukumnya wajib untuk ditepati. Sebagaimana firman Allah SWT :
“Tepatilah janji karena sesungguhnya janji itu nanti pasti akan dimintai pertanggungjawabannya”. (QS. Al-Isra: 34)

Orang-orang yang bertanggungjawab adalah orang-orang yang menepati janjinya. Janji adalah sesuatu yang begitu berat tanggungjawabnya, karena janji merupakan sebuah hutang yang harus kita bayarkan pada orang lain, karena akan terbayar dengan lunas ketika janji itu kita tepati. Jika seseorang ingkar janji kepada orang lain, maka hubungan antara mereka bisa memburuk karena timbulnya rasa kecewa dari orang yang telah diingkari janjinya. Oleh karena itu, salah satu akhlak yang diajarkan Al-Quran adalah kewajiban menepati janji.

Lebih jauh lagi, menepati janji bukan sekedar tuntutan sosial, namun juga merupakan bagian dari tanda keimanan kepada Allah SWT. Jika seseorang mengaku beriman, sangat tak pantas baginya bila menepati janji yang telah dibuatnya. Rasululah SAW pernah bersabda:

"Ada empat perbuatan, siapa yang melakukannya maka ia adalah orang munafik. Barang siapa yang melakukan salah satu dari perbuatan-perbuatan itu maka berarti ia telah melakukan salah satu dari perbuatan nifak sehingga ia meninggalkannya, yaitu: bila berkata ia dusta, bila berjanji ia melanggar, bila dipercaya ia khianat, dan bila berdebat ia melampaui batas (ngotot)”. (HR. Bukhari-Muslim)
Aku sendiri sekarang mempunyai janji yang harus aku tepati. Janji kepada beberapa sahabat dunia maya untuk memajang award yang telah mereka berikan kepadaku. Namun aku bukannya bermaksud untuk ingkar janji jika aku belum juga menepati janji tersebut. Keadaan yang membuatku tak bisa menepati janji itu.

Beberapa hari sudah kutinggalkan rumah maya-ku ini. Kulewatkan juga kesempatan untuk bersilaturrahim. Namun, apalah dayaku. Aku tak mampu mengelak saat virus itu menyerangku dan memaksaku untuk sementara berdiam diri. Rasanya lama sekali waktu yang telah aku lewatkan untuk beristirahat memulihkan kondisi.

Namun, masa istirahat itu tak mampu sepenuhnya aku nikmati. Aku gelisah karena masih mempunyai beban hutang janji itu. Dan... janji harus ditepati. Semoga saja, teman-teman yang telah mendapatkan janji dariku tidak marah karena baru sekarang aku sempat membayar janji-ku itu. Dan, sekarang aku akan menepati janji kepada 2 orang Nona Cantik : Hani Hizboel dan Ismi (Kupu miss oemang). Untuk kalian berdua..., maaf banget baru sekarang aku bisa memajang awardnya ya...

Walaupun award "Sahabat Pena" ini sudah pernah aku terima untuk ke-4 kalinya tapi aku tetap senang menerimanya. Dan dengan bangga award Sahabat Pena ini aku pajang disini. Dan, selanjutnya ingin aku bagikan lagi kepada beberapa orang sahabat. Mereka yang mendapatkan award ini dariku adalah :
Nah.., bagi sahabat yang menerima award Sahabat Pena, semoga diterima dengan senang hati ya... Salam persahabatan.


Rabu, 09 September 2009

Untukmu.... Indonesia

Cintakah kita kepada tanah air kita ? Seberapa besar kecintaan kita kepada Indonesia ? Mungkin selama ini kita tak pernah berpikir tentang hal itu sampai seseorang menanyakannya kepada kita. Kita bahkan lupa untuk memikirkan apa yang telah kita perbuat bagi tanah air kita tercinta sebagai wujud kecintaan kita kepadanya.


Banggakah kita kepada budaya kita ? Seberapa dalamkah kebanggaan kita terhadap kebudayaan kita ? Aku yakin, bahwa tak semua paham budaya daerahnya masing-masing. Mungkin satu dua orang tahu jenis budaya daerahnya, tapi bagaimana bentuknya tidak terlalu paham. Kalau tidak kenal.., bagaimana kita bisa melestarikan budaya tersebut ?

Disaat kita kehilangan sesuatu, barulah kita menyadari betapa kita sebenarnya menyayanginya. Padahal sebelumnya, saat sesuatu itu ada dalam pelukan kita, kita sama sekali tidak peduli padanya. Begitu dia meninggalkan kita, barulah kita berteriak-terik memintanya kembali dalam pelukan kita.

Itu pulalah yang sedang terjadi pada kita beberapa hari terakhir ini. Saat Malaysia lagi-lagi mengklaim budaya kita sebagai budayanya, barulah rasa Nasionalisme kita terlecut. Tiba-tiba kita disadarkan betapa besar cinta kita pada tanah air, betapa kita bangga akan budaya kita. Reaksi segera bermunculan dari seluruh pelosok tanah air, yang menuntut agar persoalan ini segera diselesaikan dengan Malaysia.

Malaysia memang telah berulang kali mengklaim budaya kita sebagai miliknya. Lagu-lagu daerah, tarian daerah, gamelan, alat musik tradisional sampai batik dan naskah-naskah kuno pun diakui sebagai milik Malaysia. Tetapi rasa Nasionalisme itu hanya sesaat saja dan hanya berujud tuntutan kepada pihak lain (dalam hal ini Pemerintah) untuk lebih peduli pada kesenian tradisional Indonesia. Kita menuntut agar Pemerintah segera membuat hak paten atas segala budaya daerah.

Tapi apa yang kita lakukan untuk mewujudkan kecintaan dan kebanggaan kita sebagai Bangsa Indonesia ? Apakah cukup kita menuntut agar Pemerintah mengambil tindakan tegas kepada Malaysia ? Setelah tuntutan diajukan, kita terus diam saja dan menunggu reaksi dari Pemerintah ?

Pada kasus yang berbeda, kita tidak merasa malu saat orang-orang asing ternyata lebih peduli pada gamelan daripada kita. Kita tidak pernah iri ketika kita menyaksikan bahwa orang-orang asing giat berlatih tarian tradisional kita. Kita juga tidak pernah merasa marah saat orang-orang asing sudah banyak yang piawai menjadi dalang wayang kulit. Atau.., kita tak pernah merasa kehilangan saat batik kita dicontoh habis-habisan dan dijual secara murah di luar negeri.

Kejadian tentang Malaysia itu merupakan wujud sentilan Allah kepada kita. Kita diingatkan untuk lebih peduli pada tanah air dan budaya kita sendiri. Bukankah sudah sekian lama kita justru terlena mengikuti budaya barat ? Bukankah kesenian tradisional kita justru semakin kita tinggalkan ? Kalau mau jujur..., jumlah warga Indonesia yang tertarik mempelajari budaya daerah tidak lebih banyak daripada warga negara asing. Maukah kita repot-repot belajar tentang gamelan ? Maukah kita bersusah payah belajar tarian daerah ? Maukah kita mempelajari naskah-naskah kuno yang tesebar di penjuru tanah air kita ? Aku yakin... jawaban dari sebagian besar dari kita adalah... tidak.

Bagaimana kita bisa menjaga apa yang kita punya jika kita tak mengenalnya dengan baik ? Bisakah kita seperti orang Jepang yang walaupun sudah maju tapi tetap mencintai adat istiadat dan budayanya ? Jika kita memang mencintai negeri ini, maka langkah pertama adalah mengenalnya dengan baik dan menghadirkan rasa ikut memiliki. Padahal sementara ini justru orang-orang asing yang lebih tertarik untuk mempelajari kebudayaan kita.

Itu hanya uneg-unegku semata yang mencoba memandang dari sisi lain permasalahan yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia. Dan.., aku adalah salah satu yang merasa disentil oleh Allah karena selama ini telah tidak memperdulikan budaya bangsa yang aku cintai ini. Aku juga salah satu diantara sekian banyak orang yang menjawab kurang tertarik belajar tentang kesenian tradisional Indonesia.

Aku memang suka menari, tapi sejauh ini aku hanya menarikan tarian Jawa saja. Sementara tarian dari daerah-daerah lain aku tidak tahu sama sekali. Aku juga tidak tertarik belajar memainkan gamelan..., karena menurutku susah sekali belajar gamelan. Kini aku merasa sangat malu, karena aku hanya mampu berteriak tak mau kehilangan tapi tak pernah berbuat sesuatu untuk tetap menahannya dalam pelukanku.

UNTUKMU

Entah apa yang harus kukatakan
untuk menyatakan rasa cinta ini
kekasihku

Ku telah kehilangan banyak kesempatan
untuk membuktikan kebanggaanku
terhadapmu

Kini
aku hanya bisa tertunduk lesu
saat kulihat betapa bangganya mereka
mengatakan bahwa dirimu adalah punya mereka
mengapa dulu tak lebih dulu kulakukan
mengabarkan kepada seluruh dunia
bahwa kamu hanyalah milikku seorang

Sudahkah terlambat bagiku
untuk meraihmu kembali dalam pelukku
masihkah kupunya kesempatan
tuk sampaikan semua
kecintaanku
kebangganku
dan tekadku
tuk menjagamu

Puisi yang telah dengan susah payah aku buat itu adalah demi memenuhi syarat yang mengikuti sebuah award yang diberikan oleh Avior Clef, Mas Noor dan Bang Piter. Mereka bertiga menghadiahi aku sebuah award yang sangat bagus sekaligus sangat nasionalis, bergambar bendera merah putih dengan bertuliskan Blogger Indonesia Award. Terima kasih sekali untuk award yang telah dibagikan kepadaku ini ya...

Tugas yang mengikuti award ini adalah :

  1. Buat puisi singkat atau kata-kata atau pesan, pokoknya mengenai Indonesia sebagai bukti kecintaan pada negeri ini....
  2. Bagikan ke 10 teman yang lain, para blogger tanah air yang senantiasa memiliki dedikasi dan peduli terhadap segala aset dan budaya bangsa.
Tugas pertama telah aku selesaikan dengan susah payah... (huff.., membuat puisi sungguh menguras energi-ku hehehe). Sekarang tugas kedua aku harus membagikan award ini kepada 10 orang dan yang terpilih adalah :
  1. Mbak Anazkia
  2. Nana Site
  3. Inuel
  4. Mbak Dwina
  5. Mbak Anie
  6. JT
  7. Mbak Kuyus is cute
  8. Bli Jhoni
  9. Mbak Sinta
  10. Mbak Irma
Nah, selesai sudah tugasku. Alhamdulillah.... leganya.... ^_^

Kamis, 03 September 2009

Sahabat Pena

Aku mengenal internet memang belum lama, namun semenjak mengenalnya aku makin jatuh cinta. Bagaimana tidak, internet telah mengaburkan jarak yang terentang antara aku dan teman-temanku. Melalui jasa internet aku dapat berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai kota. Aku kini jadi punya makin banyak sahabat lewat dunia maya. Selain itu, aku dapat bertemu kembali dengan teman-teman lamaku yang sudah lama tak bertemu. Bahkan, aku bisa menemukan kembali jejak sahabat penaku.

Benar kawan.., aku dulu punya banyak sahabat pena. Di saat teknologi internet belum dikenal, aku sudah menjalin persahabatan dengan orang-orang dari kota lain. Persahabatanku dulu terjalin melalui jasa surat dan aku mulai memiliki sahabat pena sejak kelas 5 SD. Aku ingat sekali, sahabat pena pertamaku bertempat tinggal di Kediri. Aku mendapatkan alamatnya dari majalah anak-anak. Cukup lama juga aku menjalin pertemanan dengannya.

Dari memiliki seorang sahabat pena, aku akhirnya mempunyai banyak sahabat pena. Bahkan, saat guru SD-ku pindah tugas ke Bontang, Kalimantan, dia menganjurkan murid-muridnya di Bontang sana untuk menjalin pertemanan denganku lewat surat. Kalau tidak salah, ada kurang lebih 5 orang anak Bontang yang kemudian menjadi Sahabat Penaku.

Aku betul-betul sangat menyukai hobby-ku berkorespondensi itu. Sampai-sampai uang saku yang diberikan orangtuaku, tak pernah aku belikan jajan. Uang saku itu selalu habis aku belikan kertas surat dan perangko. Kegiatanku berkorespondensi dengan sahabat-sahabat penaku terus berlangsung sampai aku kuliah. Namun, semenjak aku bekerja dan berumah tangga, kegiatan itu sudah tak lagi aku jalani. Aku sudah kerepotan membagi waktu.

Diantara banyak sahabat penaku, aku hanya pernah bertemu dengan 3 orang diantaranya, yaitu mbak Rahmila Murtiana, Mas Indra Pramono dan Arnisma Andriyani. Mbak Rahmila Murtiana adalah gadis Banjarmasin yang aku kenal waktu SMA. Umurnya setahun lebih tua daripada aku. Kami pernah sekali bertemu, pada saat aku masih kuliah di Yogyakarta. Mbak Ina (demikian aku biasa memanggilnya) yang kuliah di Semarang kebetulan pergi ke Yogyakarta, dan kesempatan itu kami pergunakan untuk bertemu. Walaupun tidak lama, namun pertemuan itu tak akan aku lupakan. Kini, pertemanan kami masih berlanjut melalui Facebook.

Sementara Mas Indra Pramono adalah orang Semarang yang kerja di Irian Jaya. Saat aku mengenalnya aku baru duduk di bangku SMP dan dia sudah bekerja...!! Namun ternyata perbedaan usia itu tak menghalangi persahabatan kami. Suatu kali Mas Indra yang berkesempatan pulang kampung ke Semarang, menyempatkan datang menemuiku di Madiun pada saat aku kelas 1 SMA..!! Sayangnya, aku kini kehilangan kontak dengannya.

Selanjutnya adalah Arnisma Andriyani. Yani, begitu aku menyapanya, adalah orang Kepanjen, Malang. Aku mengenalnya mulai SMP, kebetulan kami seumur. Dengan Yani aku paling sering bertemu. Bahkan kami sudah pernah saling berkunjung ke rumah masing-masing. Pertemuanku dengannya terakhir kali adalah saat aku menikah... 11 tahun yang lalu..!! Persahabatanku dengan Yani tetap terjalin hingga kini, namun kami tak perlu berkirim surat lagi... cukup lewat SMS atau telpon langsung saja.

Meskipun kini aku tak lagi punya sahabat pena, namun kini aku punya banyak sahabat di dunia maya. Dan, salah satunya adalah mbak Linda Novriani. Dan pada bulan Ramadhan ini mbak Linda mengirimkan sebuah award untukku, award Sahabat Pena. Terima kasih banyak mbak... Sebenarnya sih aku sudah pernah menerima award itu dari Mas Aguz Fauzi dan sudah aku pajang disini. Namun..., aku tetap dengan senang hati menerima award dari mbak Linda ini dan memajangnya lagi.

Award ini selanjutnya ingin aku bagikan juga kepada beberapa orang sahabat baruku, yaitu : Blog Motivasi Sukses, a-chen, Fenti Fahmi, Teguh, Yolizz, Yans "dalam jeda" dan ichaelmago. Semoga diterima dengan senang hati ya... untuk pengikat persahabatan yang baru terbentuk di dunia maya ini. Salam persahabatan.....



Selasa, 01 September 2009

Perjalanan Sekeping Koin Emas


Mungkin sebagian sahabat sudah pernah membaca cerita ini, namun aku tetap ingin mencatatnya disini... semoga bisa menjadi renungan bagi kita semua. Amin.

Seorang Bijak duduk merenung sambil memandangi sekeping koin emas miliknya, "Untuk apa koin ini terus kusimpan?, bukankah akan lebih berguna jika kuberikan kepada seorang yg lebih membutuhkannya?" gumamnya dalam hati.

Beberapa saat kemudian ia berdiri dan berjalan-jalan. Di perjalanan ia bertemu dan berbincang-bincang dengan seorang gadis kecil. Kemudian diberikannya koin emasnya kepada gadis kecil itu. Mata gadis kecil itu tidak berkedip saat menerima koin emas tersebut, ia tak percaya bahwa koin itu kini menjadi miliknya. Ia pun pulang dengan satu tekad, "Koin ini akan kuberikan kepada ibu, dia tentu akan senang karena bisa membeli kebutuhan hidup kami."

Ibu gadis kecil itu sangat senang menerima koin emas tersebut dan dia bersiap-siap pergi ke kota untuk berbelanja. Di perjalanan hatinya berbelas kasihan saat melihat seorang tunawisma yang meringkuk kedinginan. "Mungkin koin ini lebih baik kuberikan kepadanya, toh Tuhan masih memberkati keluargaku dengan rumah, pakaian dan makananan yg layak," pikirnya. Ia pun mengambil koin emas itu dan memberikannya kepada si tunawisma.

Si tunawisma merasa sangat beruntung, Ia seperti mendapat durian runtuh. Digenggamnya koin emas itu erat-erat dan ia berjalan tertatih-tatih menuju tempat kumuhnya. Di tempat kumuh ia mendapati penghuni baru, seorang pria yang buntung dah buta, yang duduk dengan wajah yang sedih.

"Aku jauh lebih beruntung dari orang ini. Tadi aku tidak memiliki apa-apa sebelum menerima koin emas ini. Kalau aku memberikannya kepada pria ini, sesungguhnya aku tidak rugi karena pun telah aku mendapatkannya dengan cuma-cuma. Tuhan pasti masih memeliharaku walau tanpa koin emas ini," Pikir si tunawisma yang murah hati itu sambil memberikan koinnya ke tangan si buta.

Sore harinya si orang bijak tadi berjalan-jalan ke tempat kumuh dan berbincang-bincang dengan si buta pemilik koin emas itu. Ia memperlakukan si buta seperti sahabatnya sendiri, sehingga hati si buta yang dingin menjadi hangat. 


Si orang bijak merangkul si buta dan berkata, "Sobat, sekarang aku tidak memiliki barang yang berharga untuk kuberikan kepadamu selain dari persahabatan." 

Mendengar itu kini si buta tahu bahwa di dunia ini masih ada orang yg perduli kepadanya, bahkan menggangapnya sebagai sahabat. Ia menangis karena bahagia, persahabatan yang dinyatakan si orang bijak itu kini telah mengusir kegelapan dari hatinya. Ia memegang erat tangan sahabatnya dan menyelipkan koin emas miliknya sambil berkata, "Ini, terimalah sebagai tanda persahabatan kita."

Catatan : Memberikan sesuatu yang tidak kita sukai dan tidak berharga dapat dilakukan dengan mudah, namun memberikan sesuatu yang berharga dan kita cintai diperlukan ketulusan dan keikhlasan hati. Sebenarnya jika seseorang memberi kepada orang lain, dia tidak kehilangan apa pun. Karena Allah selalu menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik dan akan mencukupkan segala kebutuhan kita. Jadi..., mengapa kita masih ragu untuk memberi ? Bukankah lebih baik kita menjadi orang yang memberi daripada orang yang menerima ?

Kembali bicara tentang koin, beberapa hari yang lalu aku mendapatkan sebuah award yang berbentuk koin, bagus sekali. Undangan untuk mengambil award itu disampaikan oleh Rizky dalam shoutmix-ku :
  • rizky2009 ada award buat sahabat, d ambil ya link 2009-08-31 11:03 PM
Rizky membagikan award kelima yang diterimanya itu kepada 30 orang blogger dan namaku termasuk di dalamnya. Terima kasih banyak ya.... Senang sekali aku dapat award yang unik ini.

Ohya, kata Rizky untuk mengambil award itu ada syaratnya.., seperti ini :

  • Buat Posting tentang Award ini
  • Cantumkan Link Pemberi Award.
  • Bagi rekan-rekan yang belum jadi Follow atau Tukeran Link, harap menjadi Follow atau bertukar link dengan saya
  • Copaz Image Diatas
  • Jangan lupa tinggalkan Komentar di kotak komentar
Ternyata awardnya sama dengan yang aku terima dari Yolizz. Saat aku mampir juga ke Coretan kehidupan-nya YolizZ. Ternyata dia sedang asyik mengerjakan PR dan membagikan awardnya. Bahkan dia mengancam agar siapa saja yang sudah mampir dan berkomentar harus mengambil award itu. Karena aku termasuk yang sudah mampir dan ikutan komentar, aku ambil juga awardnya. Selain takut karena diancam YolizZ, tapi juga karena suka dengan awardnya yang unik hehehehe... Buat YolizZ, makasih banyak ya....

Dan..., karena aku juga ingin memberi dan berbagi kebahagiaan maka award unik ini akan aku berikan kepada : Avior Clef, Kang Dedy, Zippy, Mbak Puspita, Mbak Rachel. Semoga award ini diterima... dan sebagaimana cerita tentang sekeping koin emas yang sudah aku sampaikan di atas, maka aku minta agar award ini pun kembali dibagikan kepada sahabat blogger yang lain. Semoga persahabatan yang tulus antara sesama blogger semakin erat terjalin ya... Salam persahabatan...