Rabu, 31 Maret 2010

Keberuntunganku

Alhamdulillah.., keberuntungan belum beranjak dariku. Kali ini aku berhasil memenangkan buku gratis yang diselenggarakan oleh Vixxio, melalui ajang Vixxio Bagi Buku Gratis . Diantara 3 buku yang akan dibagikan oleh Vixxio, aku mengincar buku Perjalanan Wartawan Boke Keliling Dunia - Tony Ryanto. Dan, dari pengumuman pemenang ternyata aku berhasil mendapatkan buku yang aku inginkan itu. Senang sekali....

Buku yang aku menangkan

Ini adalah kemenangan ketigaku dalam 'memperebutkan' hadiah dari rekan blogger. Yang pertama aku beruntung mendapatkan merchandise dari Mbak Quinie setelah Even Amprokan Blogger beberapa saat yang lalu. Selanjutnya, aku mendapatkan kaos yang dibagikan melalui Even Berbagi Kasih Melalui T-Shirt oleh Ria dan Abi.

Sebenarnya, aku sudah beberapa kali mencoba untuk ikut kompetisi menulis lewat blog. Namun selama ini keberuntungan belum berpihak kepadaku. Walau aku sudah berusaha mentaati peraturan yang dipersyaratkan (seperti jumlah kata minimal, konten yang harus ada dll) namun aku masih saja belum beruntung. Tapi aku tak kecewa, karena aku tahu bahwa kemampuan menulisku tidaklah istimewa.

Aku menyadari bahwa aku belum mampu menulis dengan menggunakan kata-kata yang indah, bernas dan bermakna. Aku hanya mampu menulis dengan menggunakan kata-kata yang lugas, sehingga kurang menarik untuk dibaca. Tak apalah, aku sudah bisa menulis saja sudah membuatku senang sekali. Tentu saja, aku tidak akan puas begitu saja. Aku tetap ingin belajar, agar kemampuan menulisku dapat berkembang lebih baik lagi.

Saat aku menang dalam ajang Vixxio Bagi Buku Gratis ini terus terang aku tak percaya, karena peserta yang ikutan banyak. Tulisan mereka bagus-bagus juga. Namun mbak Fanda (selaku pemilik Vixxio) mengatakan bahwa menurut mbak Fanda tulisanku bagus dan sesuai sasaran. Alhamdulillah...

Ohya, ada informasi yang menarik nih. Pada bulan April ini Vixxio menggelar acara bagi-bagi buku lagi, kali ini dalam dalam even “Vixxio 3 For 3”. Bagi yang berbelanja di Vixxio hingga mencapai total Rp 300.000,- (dari bulan Januari hingga Mei 2010) berhak ikut serta dalam undian berhadiah buku gratis. Ada 3 buku yang akan diundi untuk 3 pemenang. So.., jika ingin ikutan segera saja berbelanja ke Vixxio untuk mendapatkan nomor undiannya. Siapa tahu..., kini keberuntungan menjadi milikmu..! Untuk lebih jelasnya, silahkan meluncur ke sini.


Senin, 29 Maret 2010

Ketika harus kuucapkan terima kasih

Ketika harus kuucapkan terima kasih...,
maka yang pertama kali tentu saja kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak kebahagiaan kepadaku selama ini yang tentu saja tak akan mampu aku sebutkan satu persatu
yang kedua tentu saja kepada kedua orang tuaku tercinta yang telah mengajarkan padaku bahasa kasih dan segala hal yang berguna untukku dalam menapaki hidup
selanjutnya kepada suamiku yang telah mendukungku selama ini dan memberiku arti dalam hidup ini
untuk Shasa-ku tercinta yang kehadirannya membuat hidupku lebih bermakna dan melengkapi kebahagiaan yang aku terima
untuk saudara-saudaraku yang menerima dan mencintaiku apa adanya...
untuk sahabat-sahabatku atas kebersamaan selama ini yang demikian berarti bagiku.

Ketika harus kuucapkan terima kasih...,
kali ini aku ingin mengucapkan terima kasih kepada Bang Munir Ardi yang telah memberiku sebuah award hasil karyanya yang bagus sekali.


Ketika harus kuucapkan terima kasih..,
tak lupa kuucapkan terima kasih kepada Ria dan Abi yang telah memilihku sebagai salah satu dari penerima kaos ekslusif yang didesain dan dibuat secara khusus oleh Abi. Terima kasih sekali, dan sebagai ucapan rasa terima kasihku maka award mawar merah yang indah dari Bang Munir Ardi di atas aku kirimkan khusus untuk Ria. Diterima ya....


Ketika harus kuucapkan terima kasih...,
aku berharap andai saja ada yang lebih dari sekedar terima kasih.., agar aku dapat memberikan lebih dari sekedar terima kasih.

Kamis, 25 Maret 2010

Buku Bekas..? Gak Masalah...!

Apakah ada yang merasa tak pernah membaca buku bekas ? Apakah ada yang merasa keberatan membaca buku bekas ? Kalau menurutku rasanya tak ada yang tak pernah membaca buku bekas. Menurutku semua orang pasti pernah membaca buku bekas. Mengapa begitu ? Karena.... buku bekas menurutku adalah buku yang sudah pernah dibaca oleh orang lain.

Jadi..., bagi yang pernah meminjam buku di perpustakaan atau meminjam buku pada teman maka dia telah membaca buku bekas (dibaca orang lain). Mungkin kalau buku yang dipinjam dari teman kondisinya lebih terawat daripada buku yang dipinjam dari perpustakaan. Maklum saja, buku perpustakaan lebih banyak dipinjam dan dibaca.

Biasanya kita (nekad) meminjam buku karena kita benar-benar ingin membacanya bukan ? Terus bagaimana jika buku yang kita pinjam itu ternyata dalam kondisi tidak menyenangkan, misalnya sudah robek dan kotor ? Apakah kita tetap akan membacanya ? Aku hampir pasti jika mayoritas akan tetap memilih untuk membacanya (meski dengan bersungut-sungut) demi memuaskan rasa ingin tahu tentang isi buku itu.

Walaupun yang dibaca buku bekas, tapi isinya tetap sama seperti saat dia menjadi buku baru. Informasi yang didapat dari buku tersebut tetap saja sama seperti saat masih menjadi buku baru. Tak ada yang berubah sama sekali, hanya saja mungkin tampilannya yang sedikit berbeda. Jadi…., membaca buku bekas pun tak masalah bukan ?

Bagiku... membaca buku bekas bukanlah masalah yang berarti. Apalagi, aku selama ini lebih sering meminjam buku daripada membeli sebuah buku. Maklum saja, harga buku memang relative mahal, sementara hasrat membaca dan mengetahui isi sebuah buku sedang tak dapat dibendung. Maka.. solusi terbaik bagiku adalah membaca buku bekas. Entah itu dengan cara meminjam ataupun membeli.

Membeli buku bekas bagiku memang tak masalah, hanya saja aku memiliki kriteria tersendiri. Karena aku tak suka buku yang kotor dan rusak, maka jika aku harus membeli sebuah buku bekas aku menginginkan kondisi buku tersebut masih dalam kondisi yang baik. Terus terang, aku sedikit terganggu jika buku yang aku baca ternyata rusak dan kotor.

Awalnya…, aku tak tahu dimana bisa membeli buku bekas sesuai dengan kriteriaku. Tapi… kini sudah tidak perlu bingung lagi…! Karena aku bisa mendapatkan apa yang aku mau di Vixxio Buku Bekas Online. Bagiku Vixxio berbeda dengan Pusat Penjualan Buku Bekas Online lainnya karena untuk setiap buku yang ditawarkannya Vixxio telah membuatkan resensi singkat ala Vixxio (yang tentu saja berbeda dengan resensi lainnya yang biasanya diambilkan dari resensi asli yang ada di belakang buku). Selain itu, Vixxio dengan terbuka menjelaskan kondisi bukunya. Bahkan kondisi buku itu (seperti baru, baik atau cukup) dijelaskan secara secara detil. Jadi kita tak akan kecewa. Kedua hal itu (sinopsis dan kondisi buku) menjadi poin plus Vixxio di mataku lho...

Walaupun Vixxio Buku Bekas Online relatif masih muda tapi dalam waktu singkat buku-buku yang disediakannya bertambah dengan sangat cepat. Selain itu buku-buku yang ditawarkan juga bagus-bagus. Pelayanannya pun tergolong memuaskan pelanggan. Hal itu terbukti dengan beberapa testimoni pelanggan yang ditampilkan di Vixxio.


Aku pernah membeli buku pada Vixxio Buku Bekas Online. Walaupun baru sekali aku membeli di Vixxio, tapi aku sangat puas. Pada saat itu aku memesan 3 buah buku yaitu : Kelinci-kelinci Kertas, Farmer Boy Days dan Rumah di Tepi Kanal. Ketiga buku itu aku terima dalam kondisi yang masih sangat baik. Dengan pengalaman itu, aku berkeinginan suatu saat dapat membeli buku bekas lagi di Vixxio. Selama ini aku sudah memilih buku apa lagi yang ingin aku beli di Vixxio, tapi ternyata buku yang aku minati sudah dipesan orang lain terlebih dulu *sigh*

Hebatnya lagi, dalam usia yang relatif muda, Vixxio telah membuat gebrakan yang luar biasa. Pada bulan Maret 2010 ini Vixxio bagi buku gratis. Seru kan..? Ada 3 buku yang akan dibagikannya, yaitu : Perjalanan Wartawan Boke(k) Keliling Dunia – Tony Ryanto, Daddy's Little Girl - Mary Higgins Clark dan Pesan Dari Nam – Danielle Steel. Heemmm.., dari ketiga buku itu aku sangat penasaran dengan buku yang pertama, yaitu Perjalanan Wartawan Boke(k) Keliling Dunia – Tony Ryanto.

Semoga saja.., buku yang aku inginkan itu dapat kumenangkan. Amin ya Rabb. Dan semoga Vixxio dapat semakin berkembang dan lebih banyak lagi buku-buku yang ditawarkan, karena dengan keberadaan Vixxio tentu saja membantu dan menguntungkan bagi orang-orang yang haus membaca tapi dana mepet (sepertiku hehehe). Selain itu…, semoga saja Vixxio secara rutin menggelar acara bagi-bagi buku lagi.... hehehe. *ngarep mode on*

Ohya..., bagi yang ingin ikut berebut tiket mendapatkan buku gratis dari Vixxio segera meluncur ke sini ya.... Buruan, karena acara ini akan berakhir tanggal 31 Maret 2010. OK..? Selamat berjuang...!

Selasa, 23 Maret 2010

Tag 10 Membuka Diri

Tag lagi...! Kali ini aku dapat Tag 10 Membuka Diri demikian aku memberi nama untuk tugasku kali ini hehehe. Walau pada awalnya, Tag 10 Membuka Diri awalnya sangat kental Bahasa Melayunya, tapi kali ini aku ingin langsung merubahnya dalam Bahasa Indonesia saja biar lebih mudah diikuti.

Okelah.., untuk memenuhi permintaan Mbak Latifah Hizboel dan dari Bang Setiawan Dirgantara maka inilah hasilku untuk Tag 10 Membuka Diri.
  1. Siapakah diri anda di rumah ?   --->  Multi fungsi deh : koki, guru, bendahara, petugas kebersihan, teman curhat sampai kritikus.
  2. Siapakah diri anda menurut teman-teman anda ?  --->  Tergantung siapa teman yang menilai diriku. Bagi teman dekatku, aku adalah teman curhat yang asyik dan sahabat yang menyenangkan. Bagi teman yang lain aku teman yang asyik karena suka bercanda dan bercerita. Tapi bagi teman yang tak terlalu dekat denganku mungkin menganggapku tertutup. 
  3. Sebutkan 5 benda yang diidamkan tetapi belum tercapai  ---> Wah, terus terang aku bingung nih karena sepertinya tak banyak benda yang aku inginkan. Mungkin handycam dan perpustakaan yang aku inginkan saat ini. 
  4. Siapakah nama pasangan anda ?  --->  Arry Judhanto.  
  5. Ceritakan 5 hal yang paling anda suka tentang pasangan anda  ---> Bertanggungjawab, mau mengerti aku yang keras kepala (^_~), tak suka protes padaku (ini penting untukku lho... :p), perhatian serta cukup romantis (apalagi tak pernah lupa tanggal-tanggal penting dalam hidup kamu hehehe).
  6. Kapan anda menikah ?  --->  Tanggal 2 Agustus 1998
  7. Apa kenangan pahit anda bersama pasangan anda ?  ---> Heeemmm..., sepertinya kok tidak ada ya..? Dan aku bersyukur sekali karenanya.
  8. Lagu tema cinta anda ?  ---> Tak Bisa Ke Lain Hati (KLa Project)
  9. Perubahan apa yang ingin anda lihat dari pasangan anda ?  --->  Pengennya dia tak terlalu sering berbuat iseng dan usil padaku hehehe
  10. Tag 10 teman yang lain  --->  mereka yang beruntung mendapatkan tag dariku adalah : Edwin's Personal Blog, Jeng Sri, mbak Anie Rostiani, mas Anton Wijaya, mbak Kuyus is Cute, Mas Goentoer Tjahyadi, Pak Abi Sabila, mbak Nura, mas DJ Tri dan mbak Narti.
Alhamdulillah..., akhirnya aku berhasil juga menyelesaikan tag ini, Bagi teman-teman yang mendapatkan tag dariku, jika merasa keberatan tak apa jika tak ingin mengerjakannya. Salam persahabatan....  ^_^

Minggu, 21 Maret 2010

Kenangan masa lalu

Kemarin, aku terseret pada kenangan masa lalu... saat seseorang mengetuk pintu rumahku dan mengajakku bermain bersama. Menyenangkan...! Aku teringat saat kecil dulu, di sore hari anak-anak seusiaku sibuk bermain bersama. Ada banyak permainan yang dapat kami lakukan seperti : petak umpet, kelereng, gobag sodor, engkleng (entah apa sebutannya dalam Bahasa Indonesia) serta loncat tali. Tak perlu keluar uang untuk memainkannya..., namun tetap saja permainan itu sangat seru dan tentu saja menyenangkan.

Kemarin, aku terseret pada kenangan masa lalu... saat seseorang menyodorkan permen warna-warni saat mengajakku bermain bersama. Manis...! Betapa dulu kami begitu mudah merasa senang dan bahagia, meski dengan hanya mengulum sebuah permen. Rasa manisnya seakan mewakili manisnya persahabatan yang terjalin di antara kami. Sambil duduk terdiam menikmati rasa penat setelah bermain bersama, kami mengulum permen yang manis di lidah. Nikmatnya tak terkatakan.

Kemarin, aku terseret pada kerinduan akan kenangan masa lalu... saat seseorang hadir dan mengajakku memasuki kenangan itu. Rasa manis kenangan masa lalu ternyata sangat sulit untuk dilupakan, karena telah melekat kuat dalam ingatan. Entah kapan, aku bisa merasakan lagi riuh rendahnya kegembiraan saat terlarut dalam permainan. Entah kapan, aku bisa merasakan manisnya persahabatan dalam keluguan dan kepolosan. Ah.., betapa hangat terasa kerinduan ini... kawan.

Dan..., seseorang yang telah membangkitkan kenangan masa lalu itu adalah mas Yans. Setelah sekian lama tak berjumpa, tiba-tiba dia datang kembali dan mengejutkanku. Dibawanya serta potongan kenangan masa laluku, dengan mengajakku bermain di Ruang Jeda-nya. Tak lupa, dibawakannya untukku  tiga permen warna-warni. Wah.., manisnya. Kali ini, aku yakin... aku ingin berlama-lama menikmati rasa manis permen ini... sambil mengenang kembali keindahan dan kegembiraan masa kecilku.


Siapa ingin menemaniku tenggelam dalam keriuhan permainan masa kecil dan merasakan manisnya permen dalam hangatnya persahabatan..?


Sabtu, 20 Maret 2010

Berbagi kasih

Mudahkah bagi kita untuk berbagi dengan orang lain ? Jika aku tebak, mungkin jawaban yang muncul adalah "tergantung pada siapa kita berbagi". Karena aku yakin, sebagian besar dari kita akan lebih mudah untuk berbagi dengan orang-orang yang dekat dengan kita, dan sulit untuk berbagi dengan orang yang jauh dari kita. Benar kan..?

Padahal sebenarnya, dalam hidup kita sehari-hari, kita senantiasa berbagi dengan orang lain di sekitar kita. Contohnya adalah kita berbagi oksigen dengan semua makhluk hidup di sekitar kita, kita berbagi ruang dan waktu kita dengan orang lain yang ada di sekeliling kita. Hanya saja kita tak menyadari hal itu, sehingga kita tak merasa keberatan berbagi dengan orang lain, bahkan yang tidak kita kenal sekalipun. Pernahkah kita menyadari hal itu ?

Sekarang, jika kita tiba-tiba diminta untuk menyumbangkan sesuatu barang untuk orang lain, maka reaksi yang muncul berbeda-beda. Sebagian merasa keberatan menyumbangkan sesuatu untuk orang yang tidak dikenalnya. Sebagian lagi cenderung untuk memberikan sesuatu yang tidak disukainya, sementara barang-barang kesayangannya akan disimpan untuk dirinya sendiri. Sementara sebagian lagi, dengan penuh rasa kasih di hati, ikhlas memberikan sumbangan bagi orang lain yang belum dikenalnya. Dan..., ada sedikit orang yang memilih menyumbangkan barang-barang kesayangannya untuk diberikan kepada orang lain.

Untuk berbagi memang dibutuhkan keikhlasan..., karena tanpa rasa ikhlas di hati maka kita tak dapat mengambil manfaat sama sekali darinya. Jadi, jangan memandang pada apa yang dibagikannya, namun sebaiknya dilihat pada ikhlas dan tidaknya. Percuma juga kalau memberi hanya karena ingin dipuji saja bukan ? Namun jika dilakukan dengan ikhlas dan hati yang penuh kasih, maka si pemberi merasa bahagia karena telah bisa membahagiakan si penerima. Bukankah begitu ?

Bicara soal berbagi ini, aku salut sekali dengan Ria dan Abi yang memiliki semangat berbagi yang tinggi. Mereka berdua adalah pasangan yang pada tanggal 6 Maret 2010 yang lalu telah merayakan 2 tahun masa pacaran mereka yang selama itu menjalani Hubungan Jarak Jauh (LDR). Dalam kebahagiaan itu. mereka ingin berbagi kasih dengan orang lain, bahkan yang belum dikenalnya sekalipun. Dalam kegiatan yang bertajuk **Berbagi kasih melalui T-Shirt** itu Abi telah meluangkan waktu untuk mendesain sebuah kaos untuk dibagikan kepada 3 orang.

Selain itu, Abi juga mendesain sebuah award yang sangat bagus dan dibagikannya kepada sahabat-sahabat mereka tanpa kecuali. Sebuah award yang desainnya tampaknya dipergunakan untuk T-Shirt yang hendak mereka bagikan. Inilah award itu....


Harapanku, semoga berbagi kasih ini adalah awal yang baik bagi mereka untuk senantiasa menebar kasih kepada sesama... Yang lebih penting lagi, semoga saja semangat berbagi kasih itu makin tumbuh subur di hati mereka berdua, sehingga rasa kasih sayang di antara mereka juga makin tumbuh dan berkembang.

Ohya.., bagi yang ingin tahu tentang kegiatan **Berbagi kasih melalui T-Shirt** dapat langsung kesini.


Rabu, 17 Maret 2010

Feedbak

Terus terang, saat awal mula aku ngeblog aku tak berani berharap banyak. Jangankan berharap akan ada yang memberikan komentar, berharap ada yang berkunjung ke blogku saja aku tak berani. Kutegaskan pada diriku sendiri bahwa niatku ngeblog adalah untuk mencari wadah mengeluarkan uneg-unegku. Itu semua aku lakukan semata-mata untuk 'melindungi' diriku sendiri agar aku tak kecewa jika benar-benar blogku sepi pengunjung... hehehe.


Tapi itu belum cukup..., meninggalkan komentar di blog-blog yang ramai pengunjung pun aku tak berani... hahaha. Aku merasa diriku bukan siapa-siapa, sehingga aku merasa tak enak hati meninggalkan komentarku disana. Takut dianggap komentarku tak ada artinya. Tapi itu dulu..., sekarang sudah tidak lagi. Sedikit demi sedikit aku mulai Percaya Diri bergaul dengan sobat-sobat Blogger lainnya.

Perubahan yang terjadi padaku terus terang saja berkat sahabat-sahabat Blogger semua. Setelah merasa kehadiranku di terima oleh beberapa Blogger serta mendapatkan feedback dari mereka, aku mulai merasa enjoy. Feedback yang aku terima langsung dari sahabat Blogger berupa komentar pada postinganku dan award yang diberikan kepadaku.

Komentar yang ditinggalkan untukku sangat beragam, mulai dari yang sangat singkat sampai yang sangat panjang. Ada juga komentar yang sedikit membuatku down, tapi banyak sekali komentar yang mendukungku. Ada juga yang meninggalkan komentar tapi bukan untuk mengomentari postinganku, melainkan hanya untuk 'absen' sekedar meninggalkan jejaknya di blogku. Namun ada juga yang maksudnya mengomentari postinganku, tapi sayang sekali gak nyambung. Untuk yang terakhir ini mau tak mau membuatku tersenyum geli, karena kentara sekali bahwa mereka tak membaca postinganku dan hanya mengambil sekilas (mungkin) dari judul postingan. 

Apapun bentuk komentar yang masuk, semua aku terima dengan senang hati. Setidaknya aku tahu ada yang telah datang berkunjung ke blogku, entah mereka menyukai atau tidak isi postinganku. Aku juga tahu bahwa  ada yang ingin berkenalan denganku dan ingin aku berkunjung balik ke blognya. Komentar-komentar yang masuk aku baca semuanya. Pada awalnya (di saat sahabat Bloggerku baru sedikit), aku masih sempat menjawab komentar yang masuk. Sayangnya sekarang aku hanya mampu membaca komentar-komentar yang masuk tanpa sempat menjawabnya.

Semua komentar itu membuatku lebih bersemangat untuk ngeblog, tentu saja dengan harapan akan datang lagi komentar-komentar berikutnya. Semangat itu semakin menyala-nyala saat aku menerima award dari sahabat Blogger lainnya. Award persahabatan yang diberikan padaku membuatku merasa diterima dan diperhitungkan. Dan itu sangat menyenangkan... Tentu saja kedua hal tersebut (komentar dan award) telah benar-benar mengikis rasa tidak percaya diri yang sempat muncul dihatiku di awal ngeblog dulu.

Kali ini sebuah award dari Mbak Ajeng kembali diberikan kepadaku. Mbak Ajeng tengah merayakan blognya : Ajeng's Blog yang kini telah mencapai tahun kedua..! Satu keistimewaan blog Mbak Ajeng adalah postingan-postingan yang ditampilkan di blog itu benar-benar memberikan penyegaran dan pencerahan. Banyak sekali ilmu kehidupan yang dapat diambil disana, meskipun disampaikan lewat hal-hal yang sepele dan sederhana.


Award hasil karya mbak Ajeng yang indah ini akan aku bagikan kepada blog-blog berikut ini :
Ajieeee, Si Roel, Place to Settle EverytingCikrik De Kick, a-chen blog, Nuansa Pena, Hapia Mesir, Lia Loova, Merry Go Round, Aku Anak Indonesia.

Semoga awardnya diterima dengan senang hati dan salam persahabatan.... 


Senin, 15 Maret 2010

Award dan cara menyikapinya

Bagi para blogger, award bukan lagi hal baru. Akhir-akhir ini memang serasa musim award yang tak ada habisnya. Begitu banyak yang membagikan award. Begitu banyak award yang hilir mudik di berbagai blog. Begitu beragam cara menyampaikan awardnya. Ada award yang dibagikan tanpa syarat apapun, ada yang diberikan dengan memberikan syarat tertentu, ada yang disertai dengan backlink atau tag tertentu.


Award... award... dimana-mana aku jumpai award. Ternyata, sikap seorang blogger dalam menyikapi award pun berbeda-beda, yang dapat aku golongkan menjadi 3 :
  1. Bersikap menolak --> bagi mereka award itu adalah suatu penghargaan, jadi award hanya diberikan kepada sebuah blog yang dianggap benar-benar memiliki prestasi atau 'nilai lebih'. Mereka biasanya akan 'menolak' untuk menerima dan memajang award yang dibagikan kepada semua blogger sama rata sebagai wujud pertemanan tanpa melihat kualitas suatu blog.
  2. Bersikap menerima --> bagi mereka award adalah wujud perhatian dan persahabatan antara sesama blogger sehingga mereka dengan senang hati menerimanya dan akan memajangnya di blognya dengan rasa bangga.
  3. Bersikap apatis --> mereka tidak terus terang menolak award yang diberikan kepadanya. Meskipun mereka mengucapkan terima kasih atas award yang mereka terima, namun mereka tak merasa perlu untuk memajang di blognya.
Apapun pendapat itu, bagiku sah-sah saja. Setiap manusia memiliki pandangan dan sikap sendiri-sendiri yang berbeda dengan orang lain. Tentu saja sikap itu diambil dengan alasan masing-masing. Hanya saja, menurutku, apapun pilihan yang diambil itu tak seharusnya menganggap pilihan yang diambil orang lain salah.

Seperti diriku yang menganggap award adalah sebuah wujud persahabatan dan perhatian dari seorang sahabat. Namanya pemberian dari sahabat, apapun itu pasti aku terima dengan tangan terbuka dan aku tak keberatan untuk memajangnya (dengan bangga) di blogku, bahkan aku sampai membuat blog khusus untuk menampung semua awardku itu.

Aku tahu tak mudah membuat award (karena aku gaptek hehe), maka usaha seseorang yang telah membuat award itu aku hargai. Aku sendiri pernah beberapa kali membuat award (dengan susah payah) dan aku membagikannya. Alasanku waktu membagi award adalah selain untuk mempererat persahabatan juga untuk mengucapkan terimakasihku atas dukungan yang telah aku terima dari sahabat blogger lainnya. Selain itu aku ingin persahabatan itu dapat menyebar di antara sesama blogger, karena penerima award biasanya akan membagikannya lagi kepada sahabatnya yang lain.

Berdasarkan pemikiran seperti di atas maka selama ini aku enjoy aja dalam acara bagi-bagi award itu. Namun hari ini aku disentakkan oleh kesadaran lain yang benar-benar mengejutkanku. Dalam postingannya mbak Ninneta aku menemukan fakta baru bahwa ternyata ada yang menganggap acara bagi-bagi award itu adalah hanya sekedar upaya untuk mendapatkan backlink sebanyak-banyaknya. OMG... sebuah pikiran yang benar-benar baru bagiku.

Sebentar..., jika aku membagikan award buatanku kepada 20 orang sahabat blogger yang ku kenal, belum tentu ke-20 sahabat blogger itu memajangnya kan ? Kemudian mereka (ke-20 sahabat blogger itu) dapat membagikannya kepada (misalnya) masing-masing 5 orang sahabat blogger mereka dst. Biasanya, memang yang memajang award akan menuliskan link si pemberi award. Jadi, dalam kasus ini yang akan memasang link blogku (selaku pemberi award = tangan pertama) hanya 20 orang itu saja (tangan kedua). Penerima selanjutnya (tangan ketiga) hanya akan memajang link darimana mereka mendapatkan award itu, yaitu dari tangan kedua tadi. See.., jadi sebenarnya upaya mendapatkan link sebanyak-banyaknya tak berlaku mutlak disini. Mungkin untuk kasus award ber-backlink alasan di atas lebih bisa diterima.

Tunggu dulu...! Jangan-jangan selama ini ada orang yang menganggapku mengejar backlink juga waktu aku bagi-bagi award beberapa saat yang lalu. Padahal, sungguh... aku hanya senang melakukannya tanpa maksud lain. Apalagi waktu Shasa bagi-bagi award beberapa saat yang lalu. Saat itu Shasa sedang menguasai ilmu baru (photoscape) sehingga dia bisa membuat award sendiri dan karena senangnya dia membuat award banyak sekaligus dan dibagikannya kepada semua yang pernah datang ke blognya. Mbak Ninneta berbagi award dengan maksud untuk menyebarkan kasih di antara sahabat-sahabat bloggger.

Ternyata memang banyak alasan bagi seseorang untuk membagikan award dan tanggapan orang pun tak kalah beragamnya. Sudahlah..., memang hak setiap orang untuk berpendapat kok. Tapi... sedih banget jika ternyata niat baik kita dalam berbagi award disikapi dengan berbeda bagi yang menerimanya.

Aduh.., kali ini banyak sekali curhatku seputar award ya..? Semoga tak bosan membacanya ya.. hehehe. Oya, ini aku pajang award yang cantik dan sesuai sekali dengan pesan yang ingin disampaikan mbak Ninneta yaitu : menyebarkan kasih.

Akhir kata..., aku tetap menyadari bahwa ada perbedaan persepsi tentang award dan cara menyikapinya. Apapun perbedaan itu, aku tetap menghargainya.


Minggu, 14 Maret 2010

Sebuah kisah dan award

Aku ingin berbagi sebuah kisah, yang menurutku bagus. Kalau tak salah kisah ini berasal dari Tiongkok kuno. Kurang lebih ceritanya begini :
Pada suatu hari seorang saudagar yang terkenal kaya raya merasa kehilangan sekeping uang logam. Dari awal sang saudagar mencurigai anak tetangganya sebagai pencurinya, karena di matanya sikap dan perilaku anak itu mirip pencuri. Pada saat itu, anak tetangga yang sedang dipikirkan sang saudagar tiba-tiba lewat di depan sang saudagar. Anak itu tersenyum sewaktu melihat sang saudagar.


Melihat anak itu lewat di depannya sambil tersenyum, sang saudara merasa muak sekali. Di matanya, senyum anak itu seolah mencemoohnya karena telah berhasil mencuri uang darinya. Selain itu sang saudagar merasa sikap anak itu sangat mencurigakan. Geram sekali sang saudagar jadinya.

Sang saudagar pun berbalik untuk masuk kembali ke dalam rumah. Namun tiba-tiba didengarnya sesuatu terjatuh dari saku bajunya. Segera dilihatnya apa yang terjatuh itu, dan alangkah kagetnya dia ternyata yang dilihatnya adalah sekeping uang logam yang disangkanya hilang itu. Rupanya uang logam itu terselip di saku bajunya. Sang saudagar senang sekali telah menemukan uang logamnya kembali.

Pada saat bersamaan, anak tetangga yang tadi dicurigainya lewat lagi. Seperti yang tadi dilakukannya, dia tersenyum dan menunduk hormat kepada sang saudagar. Kali ini sang saudagar membalas senyuman anak itu dan dimatanya senyum dan sikap anak itu terlihat sangat santun dan sikapnya menunjukkan dia adalah anak yang baik dan hormat pada orang tua.

Nah.., seperti itulah seringkali kita bersikap. Prasangka seringkali menuntun kita dalam pikiran yang salah dan terburu-buru menjatuhkan penilaian. Dalam keadaan seperti itu kita seringkali tak berusaha untuk mencari kebenaran berdasarkan fakta yang ada. Barulah setelah kita dihadapkan dengan fakta yang bertolak belakang dengan prasangka kita, rasa sesal dan malu akan hadir di hati. Masih beruntung jika kita memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang ada, tapi jika tidak bagaimana..?

Semoga kisah singkat di atas, meskipun sederhana, dapat menjadi sentilan bagi kita untuk tidak lagi terburu-buru dalam menilai sesuatu.

Oya.., dalam kesempatan ini aku ingin memajang award dari Mas Goentoer Tjahjadi. Sebuah award yang bertajuk : Menulislah dengan hati. Dengan menyebarkan award ini mas Goentoer mengajak kita semua untuk "menulis dengan hati, berangkat dari kejujuran dan berpihak pada kebenaran". Suatu ajakan yang baik sekali, tapi aku belum yakin apakah selama ini aku telah berhasil menulis dengan hati.
Terima kasih mas Goen, semoga dengan award ini dapat mengingatkan aku untuk senantiasa menulis dengan hati. Salam persahabatan...


Rabu, 10 Maret 2010

Buku Gratis..? Mau Dong....

Aku adalah pecinta buku karena sejak kecil terbiasa membaca buku. Meskipun begitu kedua orang tuaku jarang sekali membelikan aku buku bacaan, kalau buku pelajaran sekolah sih orang tuaku tak pernah menolak membelikannya untukku. Sementara untuk membeli buku bacaan orang tuaku harus berpikir dua kali, karena harganya relatif mahal. Walaupun jarang membelikan buku, tapi orang tuaku telah berlangganan majalah untukku. Hanya saja, majalah hanya datang seminggu sekali, bahkan ada yang sebulan sekali, padahal untuk membaca majalah setipis itu aku tak butuh waktu sehari untuk menyelesaikannya.

Meskipun jarang bisa mendapatkan hadiah buku dari kedua orangtuaku, namun aku tetap dapat membaca banyak buku. Berbagai macam cara aku lakukan dan salah satunya dengan meminjam buku dari teman. Keadaan berubah jauh lebih baik saat aku sudah mulai bekerja dan mendapatkan penghasilan sendiri. Semenjak aku kerja, aku jadi lebih sering membeli buku daripada sebelumnya, apalagi kalau buku-buku ada diskon-nya. 

Suatu saat aku mengetahui tayangan Kick Andy dari seorang teman. Ternyata di setiap akhir tayangan Kick Andy selalu ada acara bagi-bagi buku gratis..! Akhirnya aku pun rajin untuk mengikuti undian pembagian buku gratis dari Kick Andy, namun ternyata susah sekali mendapatkannya. Maklum saja, buku-buku yang dibagikan Kick Andy adalah buku-buku bagus, jadi bisa dimaklumi kalau peminatnya banyak sekali. Dapat buku bagus dan gratis..? Siapa yang nolak..?

Meskipun aku sudah berusaha berulang kali, tetap saja sulit untuk mendapatkan buku itu. Terus terang, aku nyaris putus asa..., apalagi saat buku bagus yang dibagikan benar-benar sangat aku inginkan tapi ternyata tak berhasil aku dapatkan. *sedih* Namun kegigihanku akhirnya membuahkan hasil juga, karena akhirnya aku mendapatkan sebuah buku yang berjudul  "Jembatan Air Mata : Tragedi Manusia Pengungsi Timor Timur" pada bulan Maret 2008 yang lalu. Senang ? So pasti... ^_^

 inilah buku gratis dari Kick Andy

Nah, beberapa saat yang lalu aku dapat kabar gembira bahwa ada kesempatan untuk mendapatkan sebuah buku gratis..! Ternyata, ada seorang Blogger, Dela namanya, yang juga pecinta buku telah berbaik hati mengadakan giveaway berupa buku. Pecinta buku bagi-bagi buku... pas banget kan..? Nah.., buku yang hendak dibagikannya ada 2 yaitu Forever Princess (Meg Cabot), dan Man and Wife (Tony Parson). Kalau ingin tahu lebih jelasnya, silahkan datang ke Blognya : Books of Dela. Buruan ya.., karena kesempatan untuk mendapatkan buku gratis ini akan ditutup tanggal 15 Maret ini.

Ini dua buku yang mau dibagikan Dela

Aku sendiri jika disuruh memilih akan cenderung buku Man and Wife-nya Tony Parson. Mengapa aku memilih buku ini ? Jawabannya adalah mungkin karena temanya tentang kehidupan pernikahan. Dalam buku ini dikisahkan tentang berbagai problema rumah tangga, betapa sulitnya berbagi perhatian antara istri dan mantan istri, antara anak kandung dan anak tiri, serta antara keluarganya sendiri dengan orangtuanya. Aku sangat ingin tahu, bagaimana akhir kisahnya. Aku ingin belajar tentang bagaimana sang tokoh mengatasi aneka permasalahannya itu.

Aku, yang mungkin karena statusku (yang sudah menikah), memang sangat tertarik untuk belajar tentang kehidupan pernikahan berikut liku-likunya. Selama ini aku sudah beberapa kali berbagi kisah tentang problematika kehidupan rumah tangga seperti yang seringkali aku tuliskan dalam blogku. Aku memang suka sekali berbagi kisah kehidupan rumah tangga..., sebagai sarana bagi diriku sendiri dalam memperbaiki diri supaya mampu membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Aku lebih bersyukur jika cerita yang aku bagikan lewat tulisan di blogku ternyata bisa menjadi pelajaran bagi yang lainnya juga.

So.., apakah aku berhasil mendapatkan buku Man and Wife itu ? Kita lihat saja nanti (sambil berharap dalam hati)......  ^_^


Selasa, 09 Maret 2010

Motivasi-ku

Suamiku pernah mengatakan rasa herannya padaku mengapa aku bisa begitu 'tergila-gila' pada blog. Salah seorang sahabatku juga pernah menyatakan keheranan serupa. Aku mengakui bahwa keheranan itu ada benarnya. Aku maklum mengapa mereka terheran-heran atas kecanduanku pada blog, karena mereka belum pernah bersentuhan dengan blog. Jadi mereka tak tahu bahwa nge-blog itu memang sangat asyik dan menyenangkan.

Namun mengapa nge-blog itu mengasyikkan dan menyenangkan ? Apa yang membuatku sangat termotivasi dalam nge-blog ? Aku rasa yang memberikan motivasi kepadaku untuk semangat nge-blog adalah :
  1. Perasaan puas karena aku mampu mengekspresikan diri lewat kedua blogku. Dengan menyampaikan semua pikiran dan perasaanku lewat tulisan, rasanya hati terasa ringan.
  2. Perasaan lega karena pikiran dan perasaanku itu dapat diterima dan dipahami oleh sahabat-sahabat blogger.
  3. Perasaan senang karena sahabat-sahabat  blogger telah mau meluangkan waktu untuk membaca tulisanku dan memberikan komentar pada tulisanku.
  4. Perasaan ingin tahu yang tak ada habisnya untuk mengetahui 'teknik-teknik' yang membuat tampilan blog semakin rapi dan indah seperti cara mengganti template dan yang terakhir aku kuasai adalah pemakaian 'spoiler' yang sudah aku praktekkan dalam 2 postingan terakhirku ini.
  5. Perasaan 'excited' karena menemukan beragam informasi yang menarik, menggelitik dan mencerahkan dari berbagai macam blog yang telah aku kunjungi.
  6. Perasaan bahagia karena kehadiranku di jagad blogsphere diterima dengan tangan terbuka oleh sahabat-sahabat blogger semua dan persahabatan/persaudaraan yang terjalin di antara para blogger benar-benar menyenangkan.
  7. Perasaan bangga karena mbah Google telah berbaik hati memberikan PR 3 untuk kedua blogku, sehingga aku semakin semangat untuk terus menulis dan menulis.
  8. Perasaan 'dihargai' karena sahabat-sahabat Blogger silih berganti memberikan award kepadaku.

Itulah motivatorku dalam ngeblog. Mungkin saja suami dan sahabatku tidak paham (karena mereka benar-benar tak mengenal blog dengan baik) mengapa kedelapan hal itu bisa membuatku sangat termotivasi untuk ngeblog dan makin kecanduan dengan blog.

Khusus tentang award.., bagiku award adalah bentuk perhatian dan persahabatan di antara para blogger. Jadi aku selalu menerima dengan senang hati perhatian dan persahabatan yang diberikan lewat award itu. Maklum saja, namanya juga persahabatan lewat dunia maya, sehingga persahabatan yang seringkali terwujud dalam pertemuan hanya dapat digantikan dengan 'simbol' lewat pemberian award ini.

Kebetulan beberapa hari ini aku dapat award dari Mbak Dwina (Bintang Air) dan Mas Achmad Edi Goenawan (Nuansa Pena). Untuk keduanya aku sampaikan terima kasih banyak atas awardnya. Inilah award yang dibagikan itu :


Dari Mas Achmad


Dari Mbak Dwina


Khusus untuk award dari Mbak Dwina ini adalah award ber-backlink dengan aturan harus meletakkan link-link berikut mengenai artikel di bawah ini:

* Dunia Komputer
* Ngeposting ni ye
* Review Bisnis Online
* Shahida Computer
* Sebuah Catatan
* Ek4zone
* Mendadak ngeblog
* www.fathe87.tk
* H35ti ibunya Zidan
* Bintang Air
* The Others

Sebelum teman-teman meletakkan link-link di atas,hapus terlebih dahulu peserta nomor 1 dari daftar sehingga semua peserta naik 1 level. Peserta nomor 2 menjadi nomor 1,nomor 3 menjadi nomor 2 dst. Kemudian masukkan link kalian sendiri di bagian paling bawah (nomor 10).Jika tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya,maka jumlah backlink yang akan kalian dapat adalah:
Ketika kamu di posisi 10, jumlah backlink= 1
* 9, jumlah backlink = 5
* 8, jumlah backlink = 25
* 7, jumlah backlink = 125
* 6, jumlah backlink = 625
* 5, jumlah backlink = 3.125
* 4, jumlah backlink = 15.625
* 3, jumlah backlink = 78.125
* 2, jumlah backlink = 390.625
* 1, jumlah backlink = 1.953.125

Nah.., selesai sudah... Apakah sahabat semua juga sangat menikmati menerima award dari sahabat seperti yang aku rasakan..? Kalau award di atas menarik bagi sahabat-sahabat semua, silahkan saja diambil, tapi jangan lupa mengerjakan tugasnya (backlink) ya..? Terima kasih dan salam persahabatan..

Senin, 08 Maret 2010

Theme favoritku

Semua pasti tahu bahwa blog tak dapat terpisahkan dari theme dan bagiku pemilihan theme sangat tidak mudah. Memang banyak sekali theme yang tersedia untuk kita pilih, namun justru karena banyak itulah maka seringkali orang tak mudah menentukan pilihan. Pemilihan theme pasti sangat didasarkan pada selera pemiliknya, demikian juga aku.

Blog pertama yang aku miliki adalah Catatan Kecilku. Awal mula membuat Blog, aku kesulitan memilih theme yang sesuai dengan seleraku. Setelah cukup lama hilir mudik mencari theme yang sesuai,  aku  berhasil menemukan sebuah theme yang sangat aku suka. Pertama kali melihatnya aku langsung jatuh cinta... hehehe *lebay mode on*

Penampilan pertama Blog Catatan Kecilku

Itulah penampilan awal blog pertama-ku dan cukup lama juga aku pertahankan sampai lebih dari satu tahun. Semula aku sudah bertekad tak akan ganti theme, karena aku sudah terlanjur jatuh cinta pada theme itu. Namun seiring berjalannya waktu, aku memutuskan untuk melakukan 'penyegaran' di blogku. Akhirnya awal Pebruari 2010 aku memutuskan untuk ganti template, setelah mempertimbangkan beberapa hal tentunya.

Terus terang hal itu aku lakukan dengan berat hati, karena aku sangat suka dengan theme kupu-kupu coklatku. Tak disangka, ternyata theme baruku menarik perhatian salah seorang sahabat blogger : Abi Sabila. Menurutnya, theme blog Catatan Kecilku adalah 1 dari 10 theme blog yang menjadi favoritnya. Wow... terimakasih Abi.

Penampilan kedua Blog Catatan Kecilku

Memang, 'penilaian' Abi Sabila hanya berdasarkan selera. Namun aku suka jika ternyata theme yang aku pilih juga disukai oleh orang lain. Selanjutnya Abi Sabila memberi Tag kepada 10 blogger yang theme-nya telah dipilihnya sebagai theme favorit untuk memilih 10 theme sahabat lainnya dan begitu selanjutnya.

Sulit juga memilih karena sebenarnya banyak blog yang aku suka theme-nya. Setelah hilir mudik ke beberapa blog, akhirnya inilah 10 theme favoritku yang aku sampaikan secara acak.

Jejak Langkahku : Shasa imutz

Baca Buku Fanda : Fanda Amnesiana

Graha Sastra : Fanny Fredlina

Journal of Balinese Girl : Itik Bali

Bintang Air : Dwina

Time to Change : Istianasari

...Coz Love is Essential... : Linda Belle

 
 Bila Hati Berbisik : Setia Kasih

Cerita Inspirasi : Joddie P. Palgunadi

Ieyas Zone : Arum Ieyas

Seperti yang dikatakan Abi Sabila, pemilihan itu tentu saja hanya berdasarkan seleraku saja. Nah..., bagi ke-10 sahabat blogger yang theme-nya menjadi favoritku, tugas kalian selanjutnya adalah memilih lagi 10 theme yang menjadi favorit kalian. OK..? Selamat mengerjakan... hehehe

Minggu, 07 Maret 2010

Dinamika Blogger

Blogger adalah manusia-manusia yang dinamis yang selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan itu tentu saja meliputi banyak hal dan disebabkan oleh banyak hal. Dan hal itu tak bisa dihindari oleh seorang Blogger. Justru dikarenakan sifat dinamisnya itu, maka selalu ada kejutan yang hadir dari para Blogger.


Begitulah, seorang Blogger tak bisa terlepas dari perubahan. Perubahan itu bisa berupa gaya penulisan yang bisa saja disebabkan oleh bergesernya selera sang Blogger. Aktivitas blogging pun seringkali naik turun, dan ini bisa disebabkan oleh banyak hal seperti aktivitas di dunia nyata, mood dan semangat dari Blogger itu sendiri.

Aku sendiri beberapa kali mengalami saat-saat aku tiba-tiba sangat tidak bersemangat untuk blogging. Penyebabnya seringkali karena kesibukan kerja yang padat dan banyaknya pikiran (seperti saat Shasa sakit kemarin). Saat-saat seperti itu, rasanya aku malas bersentuhan dengan blog, tapi Alhamdulillah aku masih bisa membangun semangat itu lagi. Buktinya.., sampai hari ini aku masih bisa blogging dan mengurus 2 buah blog sekaligus.

Aku lihat beberapa sahabat Blogger juga mengalami dinamika itu. Ada yang jarang-jarang memperhatikan blognya, ada yang "timbul tenggelam", tapi ada juga yang kini telah memilih mundur dari blogging. Beberapa diantara yang "menghilang" itu sebenarnya sudah "dekat" denganku... sehingga mau tak mau ada juga rasa kehilangan dari hatiku. Aku sendiri berharap, suatu saat mereka mau kembali lagi meramaikan blogsphere.

Salah satu diantara Blogger yang juga mengalami dinamika itu adalah Ajiee. Entah apa penyebabnya (mungkin saja karena kesibukannya) dia pernah minta ijin untuk 'pamit' dulu dari blogging. Setelah beberapa bulan lamanya tenggelam, akhirnya pada awal Maret 2010 yang lalu dia muncul kembali. Selamat datang kembali Ajiee... senang berjumpa denganmu lagi.

Pada kemunculannya kali ini Ajiee menyatakan akan kembali ngeblog dan kembali untuk para sahabatnya. Sebagai tali asih dalam mengunjungi kembali sahabat-sahabatnya, Ajiee membawa sebuah award khusus hasil karyanya. Dan yang menyenangkan adalah.. namaku ada diantara 8 orang yang diberi award olehnya. Terima kasih banyak ya...


Selanjutnya, seperti biasa, award ini aku limpahkan juga kepada : pemberi komentar pada postingan ini dari nomor urut 1 sampai dengan 15. OK ..? Salam persahabatan.


Sabtu, 06 Maret 2010

Cintaku Padamu

Kasih...
Meski ku tak pandai mengukir kata
Ataupun mengukur kedalaman rasa
Namun ku tahu akan mampu
Menjaga kesetiaan dan rasa cintaku
Untukmu....







*Meskipun aku tak pandai berpuisi, namun aku ingin ikut juga meramaikan "Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait" yang diselenggarakan oleh Aliaz.*


Kamis, 04 Maret 2010

Mengenalku lebih jauh

Aku yakin bahwa sahabat-sahabat blogger yang sudah biasa mampir ke blogku pasti sudah mengenalku (hehe, GR amat ?!). Maklum saja, karena selama ini yang aku tulis dalam blogku selalu hal-hal yang tak jauh tentang diriku (narsis dot com). Namun, kali ini aku masih mengajak sahabat blogger (yang mau saja lho.., yang gak mau ya tak mengapa kok) untuk mengenalku lebih jauh. Kali ini bukan karena aku narsis (seperti biasanya hehehe), namun aku hanya sekedar menjalankan tag yang diberikan mbak Fanda padaku.


Akhir Pebruari yang lalu (ups... sudah lama sekali ternyata), mbak Fanda melemparkan tag yang isinya adalah memintaku untuk menyebutkan 7 hal tentang diriku. Untuk mbak Fanda, maaf banget kalau baru sekarang aku sempat mengerjakan tagnya. Soalnya kemarin waktu Shasa sakit, aku jarang blogging sehingga hutang tag dan awardku menumpuk, dan harus aku selesaikan satu persatu. Giliran tag dari mbak Fanda baru hari ini. Maaf banget ya mbak....

Oke deh, aku mulai menceritakan 7 hal tentangku, meskipun aku tak yakin apakah menarik untuk dibaca sahabat-sahabat semua. And.... here they are.........
  1. Sampai saat ini aku baru memiliki seorang buah hati (Shasa) dan meskipun sudah lama ingin menambah momongan, tapi sampai sekarang belum juga diberi olehNYA.
  2. Aku adalah seorang PNS yang mencoba melaksanakan tugas yang aku terima dengan sungguh-sungguh.
  3. Sejak lahir sampai sekarang aku tinggal di Madiun, dan hanya sempat meninggalkan Madiun selama kurang lebih 5 tahun waktu aku kuliah di Yogyakarga.
  4. Berdandan adalah salah satu hal yang tak aku kuasai dengan baik, karena 'modal'ku selama ini hanya bedak dan lipstik saja sementara make-up lainnya tak aku kenal.
  5. Kata suamiku, aku adalah tipe orang yang konvensional (karena tak mau dibilang 'kuno' hehehe)
  6. Aku adalah pecinta buku, tapi semenjak mengenal blog, kesempatanku untuk membaca buku jadi jauh berkurang.
  7. Oleh-oleh yang paling sering kuberikan kepada Shasa-ku adalah... buku, sehingga Shasa pun kini jadi pecinta buku juga.
Alhamdulillah.., akhirnya lunas sudah hutangku pada mbak Fanda. Ups.., masih ada satu yang terlupa. Bagi yang mengerjakan tag-nya, mbak Fanda memberikan award cantik sebagai hadiahnya. Inilah award cantiknya.

 

Untuk mbak Fanda, terima kasih telah membagi award yang cantik, dan bagi sahabat-sahabat yang tertarik dengan award itu, silahkan diambil. Eits.., dengan catatan harus ikut mengerjakan tag-nya juga lho. OK..? Salam persahabatan....  


 

Rabu, 03 Maret 2010

Jika blogger bicara tentang korupsi

Terus terang, selama ini aku tak nyaman bicara tentang korupsi. Bagiku korupsi masih merupakan kata yang tidak menyenangkan untuk dibicarakan, karena menggambarkan suatu kegiatan yang tidak terpuji dan penuh dengan tipu daya. Terlebih lagi, pelakunya selama ini selalu digambarkan sebagai tikus berdasi. Penggambaran yang bisa dikatakan ‘tepat’ karena siapapun tahu bahwa tikus adalah binatang pengerat yang suka menggerogoti barang. Aku tak suka tikus, makanya aku tak suka bicara tentang tikus, apalagi tikus yang identik dengan koruptor.

Namun saat ini berbagai media yang ada, baik media cetak maupun media elektronik, banyak memuat dan menayangkan para koruptor itu lengkap dengan perbuatannya. Kata korupsi menjadi tak asing lagi bagi telinga masyarakat Indonesia. Masyarakat pun makin ‘mengenal’ korupsi berikut wajah-wajah pelakunya.

Berita tentang korupsi yang terus menerus itu mau tak mau membuatnya menjadi bahan pembicaraan yang hangat di kalangan masyarakat, setelah sekian lama terpaksa tutup mulut dan tutup mata melihat korupsi di depan mata. Masyarakat yang sudah sangat muak dengan berbagai berita korupsi yang bagaikan air bah beberapa tahun ini mulai secara lantang bicara tentang korupsi. Masyarakat bisa menilai bahwa sudah terlalu banyak kerugian negara yang ditimbulkan oleh para koruptor.

Mungkin kondisi seperti di atas itulah yang membuat Joddie P. Palgunadi mengajak komunitas Blogger untuk bicara tentang korupsi. Tentu saja bukan sekedar bicara, namun diharapkan dapat memberikan solusi yang diharapkan dapat memberantas praktek korupsi di negeri ini. Suatu tantangan yang tidak mudah, namun tak ada salahnya untuk dicoba sekaligus untuk menunjukkan pada dunia bahwa para Blogger pun memiliki kepedulian untuk menghentikan praktek korupsi di negeri ini. Itulah sebabnya aku kini mencoba  bicara tentang korupsi, dengan kepala dingin. Harapanku semoga ada hal yang dapat dijadikan bahan diskusi untuk kebaikan bangsa dan negara ini di masa depan.

Dari Wikipedia disebutkan bahwa korupsi yang dalam Bahasa Latin adalah corruption (berasal dari kata kerja corrumpere) yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok. Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. Jadi secara ringkas dapat dikatakan bahwa korupsi adalah tindakan penyalagunaan jabatan untuk keuntungan pribadinya semata.

Penyalahgunaan dalam bidang apapun pasti merugikan banyak pihak, apalagi ini adalah penyalahgunaan jabatan. Dalam setiap jabatan, pasti mengandung banyak kewenangan, kesempatan, peluang, sarana dan bahkan juga dana guna menunjang pelaksanaan jabatan itu, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada publik. Apa jadinya jika semua itu disalahgunakan untuk kepentingan pribadi pejabatnya saja ? Jika hal itu terjadi, maka bukan hanya publik yang dirugikan karena tidak mendapatkan pelayanan seperti yang seharusnya, negara pun menanggung banyak kerugian karena telah ‘membiayai’ kebutuhan pribadi  sang pejabat (berikut keluarganya).

Masalahnya, masyarakat pun sering minta ‘kemudahan’ dalam mendapatkan pelayanan publik. Akibatnya, mereka memilih untuk memberikan ‘imbalan’ kepada para pejabat yang memberikan pelayanan publik agar mereka mendapatkan prioritas dan dapat memangkas birokrasi yang ada. Kondisi demikian yang berlangsung terus menerus akhirnya ‘membudaya’ dan membuat para pejabat terbiasa menerima ‘imbalan’ atas pelayanan publik yang mereka berikan. Tanpa imbalan itu, maka pemberian pelayanan menjadi sedikit tersendat. Tentu saja keadaan demikian ibarat ‘telor dan ayam’ yang tak jelas mana yang menjadi sebab dan mana yang menjadi akibatnya.

Itu hanyalah satu contoh 'kecil' dari korupsi yang telah terjadi di negara kita, karena korupsi terlanjur merasuk di segala bidang kehidupan. Berbagai jenis korupsi dengan berbagai tingkatannya telah dijalankan oleh berbagai komponen masyarakat. Penggelapan, penyogokan/suap, nepotisme, penipuan dan sebagainya sudah menjadi hal yang 'biasa' dilakukan, dengan berbagai tujuan masing-masing. 

Sudah terlalu lama praktek korupsi ‘membudaya’ di negara kita. Untuk memberantasnya tentu saja membutuhkan kerja keras dan waktu yang cukup lama. Tentu saja tak mudah untuk membuat ‘koruptor’ kehilangan banyak ‘kenikmatan’ yang didapatkannya dengan korupsi. Sudah saatnya tindak korupsi dihapuskan agar tak lebih banyak kerugian negara yang ditimbulkannya dan tak lagi merugikan masyarakat. Jika terus menerus ditunda, tentu akan semakin banyak kerugian yang harus ditanggung oleh bangsa dan negara ini.

Bisa kita bayangkan, jika tak ada tindak korupsi di negara ini, maka negara ini sudah makmur sentosa. Kerugian negara yang telah mencapai trilyunan rupiah itu harusnya dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa ini. Jika begitu keadaannya, tak ada masyarakat yang menderita busung lapar,  Drop Out atau putus sekolah apalagi buta huruf. Bahkan seharusnya pemerintah mampu menjalankan program pendidikan gratis dan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang kurang beruntung.

Untuk bisa mewujudkan itu semua, jalan satu-satunya tentu saja dengan menghapus segala praktek korupsi dari negeri kita ini. Pemerintah sudah memulai dengan membentuk sebuah lembaga untuk memberantas korupsi, yaitu : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejauh ini aku yakin, jika KPK dipimpin dan dijalankan oleh orang-orang yang berdedikasi dan tegas, pasti dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Aku ingin memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada KPK agar menunjukkan hasil kerjanya, walau mungkin saja dibutuhkan lebih banyak kesabaran dan kerja keras untuk mewujudkannya.

Tentu saja kinerja KPK tak akan maksimal jika tidak didukung banyak pihak, khususnya penegak hukum. Jika penegak hukum (kepolisian, kejaksaan dan kehakiman) dapat menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya, maka keadilan akan benar-benar dapat ditegakkan. Namun jika ternyata pihak-pihak tersebut juga tercemar dengan korupsi (penyuapan, pemerasan dan sebagainya) tentu saja harapan agar negara terbebas dari korupsi adalah ibarat jauh panggang dari api.

Hal yang tak boleh dilupakan untuk membebaskan diri dari jeratan korupsi yaitu : Birokrasi. Selama ini panjangnya birokrasi telah memberikan kesempatan untuk melakukan tindak korupsi. Ada masyarakat yang tidak telaten menjalani panjangnya birokrasi dalam mendapatkan pelayanan publik. Hal itu membuat mereka memilih untuk mencari kemudahan dan ‘jalan pintas’ dengan cara memberi imbalan kepada aparat. Jika birokrasi ini dapat dipersingkat, maka peluang melakukan korupsi pun akan mengecil.

Ada satu hal yang tak boleh ditinggalkan dalam mewujudkan negara yang bebas dari korupsi yaitu memperbaiki mental bangsa ini. Jika mental bangsa ini sudah ‘sehat’ maka tak ada lagi pejabat yang minta dilayani ataupun meminta 'imbalan' atas pelayanan publik yang dilakukannya, tak ada lagi masyarakat yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan keistimewaan dan kemudahan dalam pelayanan. Yang pasti, penegak hukum yang bermental sehat akan mampu menjalankan tugasnya dengan kejujuran dan memegang teguh keadilan. 

Hanya itu yang dapat aku sampaikan. Aku sadar bahwa tak ada yang ‘baru’ dari tulisanku ini. Bagiku, pemberantasan korupsi yang sudah mengakar kemana-mana di negara ini tak mungkin dapat terselesaikan dalam waktu sekejap saja dan dari buah pikiran seorang saja. Butuh pembahasan yang matang dari berbagai aspek kehidupan oleh orang-orang yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing untuk merancang suatu tindakan yang tepat. Semoga lahirnya negara yang bersih dan bebas korupsi tak lagi hanya menjadi impian semata. Semoga....